Karena itulah, Masinton ingin Komisi III dapat memilih lima Capim yang memahami hubungan antara penyelenggara negara. Sehingga nantinya KPK tak berjalan sendiri dan enggan mendengarkan masukan dari DPR yang sudah menyeleksinya.
"Jangan sampai kita memilih pimpinan KPK yang model dan cara berpikirnya anarko. Anarko itu anti sistem, anarkis itu perbuatannya. Cara berpikirnya anti sistem," tegas Masinton.
"Tidak boleh ada satu institusi negara di republik ini yang bekerja menggunakan dasar undang-undangnya (dibuat) negara, dibiayai negara kemudian menantang keputusan politik negara," pungkasnya.
(Awaludin)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.