nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bupati Cianjur Divonis 5 Tahun Penjara karena Tak Mengakui Perbuatannya

CDB Yudistira, Jurnalis · Senin 09 September 2019 21:03 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 09 09 525 2102674 bupati-cianjur-divonis-5-tahun-penjara-karena-tak-mengakui-perbuatannya-FczCJv872y.jpg Foto Ilustrasi shutterstock

BANDUNG - Terdakwa kasus korupsi pemotongan dana alokasi khusus (DAK), Irvan Rivano Muchtar divonis 5 tahun penjara di Pengadilan Negeri (PN) Bandung, di Jalan RE Martadinata, Kota Bandung.

Selain divonis 5 tahun penjara, Bupati Cianjur nonaktif itu di denda sebesar Rp250 juta, dan apabila tidak bisa membayar denda maka mendapat hukuman kurungan selama 3 bulan.

"Menjatuhkan pidana hukuman penjara selama 5 tahun dengan denda sebesar Rp250 juta," kata Ketua Majelis Hakim Daryanto, Senin (9/9/2019).

 Baca juga: Bupati Cianjur Divonis 5 Tahun Penjara karena Korupsi

Kata dia, hukuman tersebut diberikan setelah mempertimbangkan juga perilaku Irvano selama dalam persidangan. Menurutnya, hal yang memberatkan hukuman bagi Irvano adalah tidak mengakui perbuatannya sejak awal perkara disidangkan. Sedangkan hal yang meringankan bagi Irvano, adalah berperilaku sopan selama persidangan berlangsung.

"Untuk hal memberatkan, terdakwa selaku bupati tidak berperan aktif mendukung program pemerintah memberantas korupsi, terdakwa tidak mengakui perbuatannya," kata dia.

Irvan divonis sesuai pasal 12 huruf f Undang-Undang RI Nomor 20/2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP juncto pasal 64 ayat (1) KUHP. Sebelumnya, Irvan oleh jaksa KPK dituntut 8 tahun penjara, setelah terbukti meyakinkan telah melakukan korupsi dengan merujuk pada fakta-fakta persidangan.

 Baca juga: Begini Pengakuan Saksi soal Korupsi Dana Pendidikan Cianjur

Perlu diketahui sebelumnya, kasus ini berawal dari pengajuan proposal DAK ke Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) dengan anggaran sebesar Rp945 miliar. DAK itu ditujukan untuk pembangunan dan perbaikan fisik 137 sekolah di Cianjur.

Saat itu, Bappenas kemudian hanya mencairkan Rp48 miliar saja, dari anggaran tahun 2018. Saat itu, Irvan diduga meminta potongan DAK dari tiap yang diterima 137 kepala sekolah. Lalu muncul permintaan jatah dari setiap pihak yang terlibat, bukan hanya dari Irvan. Ujung-ujungnya, para kepala sekolah mesti menyetorkan 17,5 persen dari DAK kepada para pejabat Cianjur.

Dari sebesar 17,5 persen itu, Bupati Irvan akan menerima 7 persen jatahnya (2 persen uang muka, dan 5 persen setelah DAK cair). Sedangkan Cecep Sobandi, Rosidin, dan Budiman akan mendapat 6 persen, instansi Disdik Cianjur mendapat 2 persen, MKKS Cianjur mendapat 1,5 persen, dan Subrayon MKKS Cianjur mendapat 1 persen.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini