nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

China Marah Menlu Jerman Temui Aktivis Hong Kong Joshua Wong

Rachmat Fahzry, Jurnalis · Selasa 10 September 2019 18:39 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 09 10 18 2103055 china-marah-menlu-jerman-temui-aktivis-hong-kong-joshua-wong-T6gVBjieH4.jpg Joshua Wong berfoto dengan Menlu Jerman Heiko Maas. (Foto/Twitter @joshuawongcf)

BEIJING - China marah setelah Menteri Luar Negeri Jerman Heiko Maas bertemu dengan aktivis Hong Kong Joshua Wong, dan mengatakan bahwa negara lain dilarang turut campur urusan dalam negeri China.

Wong bertemu Maas pada Senin (9/9/2019) di Berlin dalam sebuah acara perayaan aktivis hak asasi manusia seluruh dunia.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China Hua Chunying mengatakan pihaknya sangat tidak puas atas pertemuan Wong dengan Maas.

"China telah mengajukan pernyataan tegas kepada pihak Jerman," kata Hua mengutip Channel New Asia Selasa, (10/9/2019).

Foto/Reuters

Ia menekankan bahwa tidak ada negara asing, organisasi atau individu yang berhak untuk ikut campur dalam urusan internal Hong Kong.

"Setiap narasi dengan mengandalkan orang asing untuk membangun diri sendiri atau tindakan atau kata-kata demi memecah belah negara akan gagal," ujar Hua.

Baca juga: Hong Kong Sebut China Mendukung Pencabutan RUU Ekstradisi yang Kontroversial

Baca juga: China Tidak Akan Duduk Manis jika Situasi Hong Kong Memburuk

Wong terbang ke Jerman setelah ia dibebaskan setelah ditahan dalam kurun waktu singkat akibat protes pada Minggu (8/9) di Hong Kong.

Pria berusia 22 tahun itu ditangkap karena diduga menghasut orang lain untuk ikut unjuk rasa.

Foto/Reuters

Hong Kong sedang mengalami protes selama berminggu-minggu, yang awalnya menentang RUU ekstradisi. Meski RUU sudah dicabut para pedemo menuntut kebebasan yang lebih besar untuk Hong Kong yang menjalankan prinsip satu negara dua sistem. Prinsip yang berlainan dengan China daratan yang tidak demokratis.

Wong pada saat acara di Berlin mengatakan bahwa kotanya sekarang menjadi benteng antara dunia bebas dan "kediktatoran China". Ia menyamakan Hong Kong dengan Berling saat Perang Dingin.

Wong berjanji bahwa protes tidak akan terbuai dengan kepuasan oleh keputusan pemerintah yang telah mencabut RUU Ekstadisi.

(fzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini