JAKARTA - AMPG pro-Airlangga mengapresiasi kinerja Polres Jakbar yang telah menjaga kamtibmas di lingkungan kantor DPP Partai Golkar, Jalan Anggrek Neli, Slipi, Jakarta Barat. Penjagaan yang dilakukan oleh aparat kepolisian dari Polres Jakbar dinilai sebagai profesionalitas sebagai intitusi penegak hukum, pelindung, dan pengayom masyarakat.
"Kami sangat bersyukur. Keberadaan teman-teman dari Polres Jakbar mampu membuat situasi tetap kondusif, terkendali, dan yang terpenting ketertiban umum tetap terjaga," kata Ketua PP AMPG, Irwan Kurniawan, Senin (9/9/2019).
Tak elok kata Irwan jika kehadiran aparat penegak hukum di kantor DPP Partai Golkar dinilai sebagai tindakan berlebihan. Apalagi jika disebut sebagai satpam kantor bahkan satpam tambahan. Hal itu menurutnya sangat mencederai wibawa institusi kepolisian.
"AMPG menghormati lembaga negara seperti Polri. AMPG menjunjung etika. Mengatai polisi seperti satpam itu tidak pantas, dan tidak boleh merendahkan profesi satpam," kata dia menegaskan.

Keberadaan aparat dari Polres Jakbar di kantor DPP Partai Golkar menurut Irwan, harus dimaknai sebagai bentuk profesionalitas kepolisian dalam menjalankan tugas menjaga kamtibmas dan ketertiban umum.
"Aneh. Aparat yang menjalankan tanggung jawab dengan sungguh-sungguh malah dicurigai bekerja tidak profesional dan tidak berintegritas. Juga dituding dimanfaatkan oleh segelintir elite politik yang haus kekuasaan. Bahkan dilapor ke Komisi III DPR RI," sesalnya.
Sebelumnya diberitakan, AMPG kubu lainnya menyesalkan tindakan jajaran Polres Metro Jakarta Barat dalam mengamankan kantor DPP Partai Golkar di Jalan Anggrek Neli, Slipi, Jakarta Barat. Atas dasar tersebut, Ketua PP AMPG Adi Baiquni melaporkan tindakan menutup akses masuk ke kantor DPP Partai Golkar ke Komisi III DPR RI.
"Sudah hampir tiga bulan aparat kepolisian dari Polres Metro Jakarta Barat bertindak berlebihan dengan mengerahkan ratusan polisi berjaga di Kantor DPP. Situasi Partai Golkar sangat kondusif dan tak perlu ada yang dikhawatirkan," ujar Adi Baiquni saat melakukan pengaduan ke Komisi III DPR RI, Senin (9/9).
Dia meminta agar Polres Metro Jakbar segera menarik pasukan dari Kantor DPP. Pasalnya, suda ada satpam yang siapa 24 jam untuk melakukan penjagaan keamanan di sana.
Adi menjelaskan, pengurus AMPG sengaja datang menyampaikan pengaduan ke Komisi III DPR RI, yang merupakan mitra kerja Kepolisian Republik Indonesia. Melalui Komisi III DPR RI, AMPG menaruh harapan besar agar kepolisian bisa semakin profesional dan berintegritas.
(Qur'anul Hidayat)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.