Ia mengisyaratkan, proses kaderisasi dan regenerasi sudah berjalan dengan baik. Dia juga menyebutkan akan ada upaya-upaya konsolidasi. "Ada tantangan yang perlu kita pikirkan ke depannya," ujar Airlangga, seraya mengisyaratkan ancaman resesi yang melanda dunia.
Soal Perang dagang antara China dan Amerika, Airlangga meyakini tidak akan berakhir dalam waktu yang relatif dekat. Mengapa?
Menurutnya karena perang ini sudah bertambah. Diperluas dengan perang mata uang. Siword China sudah melakukan devaluasi akibat merespons kenaikan pengenaan Bea Masuk barang-barang Cina baru 10%. Mereka mendevaluasi uangnya diatas tujuh. Tujuh Yuan ke Dolar AS. Dan itu tidak pernah terjadi.
Dicontohkannya seperti apa yang baru-baru ini terjadi di Hong Kong. Yakni demo besar-besaran yang tidak terlepas dari kekhawatiran terhadap kebijakan di China.
(Angkasa Yudhistira)