Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Jasad Bayi Perempuan Ditemukan Tak Utuh Diduga Hasil Aborsi

Hambali , Jurnalis-Selasa, 10 September 2019 |23:30 WIB
 Jasad Bayi Perempuan Ditemukan Tak Utuh Diduga Hasil Aborsi
Foto Ilustrasi shutterstock
A
A
A

TANGSEL - Sesosok jasad bayi perempuan ditemukan terbungkus plastik hitam di belakang rumah warga yang terletak di Perumahan Korpri Blok J2 Nomor 6, RT06 RW09, Suradita, Cisauk, Kabupaten Tangerang.

Saat pertama kali ditemukan pada Senin 9 September 2019, jasad bayi sudah dalam kondisi tak utuh. Sontak penemuan itu dilaporkan kepada pengurus lingkungan dan diteruskan kepada pihak berwenang.

Kapolsek Cisauk, AKP Freddy Yudha Satria menuturkan, berdasarkan penyelidikan diketahui bahwa jasad bayi merupakan hasil aborsi. Saksi bernama Misliati (60) menemukannya pertama kali saat akan menjemur pakaian.

"Jasad bayi ditemukan tak utuh karena merupakan hasil aborsi," kata Freddy kepada Okezone, Selasa (10/9/2019).

 Bayi

Dilanjutkan Freddy, jasad bayi diperkirakan telah berumur 6 hingga 7 bulan dalam kandungan, sebelum akhirnya diputuskan untuk diaborsi dari rahim sang ibu. Petugas lantas mengirim jasad bayi malang itu ke RSUD Tangerang.

"Usianya sekira 6 sampai 7 bulan," sambungnya.

Polisi langsung bergerak cepat melakukan penyelidikan. Keterangan saksi di lokasi turut dijadikan rujukan petugas untuk menelusuri siapa ibu dari bayi tersebut.

Namun tak lama berselang, pelaku yang merupakan ibu bayi itu datang dan menyerahkan diri ke Mapolsek Cisauk. Meski begitu, Freddy, masih belum mau merinci identitas pelaku dan motivasinya membunuh buah dagingnya sendiri.

"Pelaku sudah menyerahkan diri, masih diselidiki lebih lanjut," tukasnya.

(Awaludin)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement