nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kapal Moaring Boat Pertamina Tenggelam di Belawan, Nakhoda Tewas

Wahyudi Aulia Siregar, Jurnalis · Rabu 11 September 2019 17:47 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 09 11 608 2103562 kapal-moaring-boat-pertamina-tenggelam-di-belawan-nakhoda-tewas-3hA6dxFS4n.jpg Ilustrasi Kapal Tenggelam (foto: Shutterstock)

MEDAN - Kapal Mooring Boat PMB IV milik PT Pertamina, tenggelam di perairan Belawan, Kota Medan pada Selasa 10 September 2019 kemarin. Akibat insiden itu, nakohda kapal tewas, sementara tiga anak buahnya berhasil menyelematkan diri.

Informasi yang dihimpun, insiden itu terjadi di sekitar Single Point Mooring (SPM) Belawan, milik Terminal BBM (TBBM) Medan group Pertamina Marketing Operation Region (MOR).

Baca Juga: Perahu Motor Tenggelam di Perairan Sorong, 2 Orang Tewas 

Saat itu, ABK kapal motor PMB VI tengah melaksanakan proses lepas sandar kapal MT Enduro. Kapal kapasitas 40 ribu deadweighttonnage (DWT) yang mengangkut BBM jenis Solar itu telah menyelesaikan pembongkaran muatan.

Ilustrasi (foto: Shutterstock) 

Ketika kapal PMB VI membawa selang menjauh dari MT. Enduro, tiba-tiba cuaca memburuk dengan cepat dan drastis. PMB VI dihantam ombak besar dan angin kencang, hingga menyebabkan kapal menghantam MT Enduro dan terbalik.

Akibatnya tiga ABK kru mooring gang dengan inisial AG, AP dan NA, tercebur ke laut. Life jacket yang digunakan ABK, menyelamatkan nyawa mereka. Tim penyelamat berhasil mengangkat tiga korban dari laut. Mereka langsung dilarikan ke RS TNI AL untuk mendapat perawatan medis.

Malangnya, RP, kapten kapal PMB VI sempat terjebak di dalam kapal. Ketika ditemukan, kapten kapal telah meninggal dunia.

Baca Juga: 5 ABK Indonesia Hilang di Perairan Taiwan 

"Kami mengucapkan bela sungkawa yang mendalam atas kecelakaan ini. Keluarga korban akan mendapat santunan sesuai peraturan yang berlaku," ujar Roby Hervindo, Unit Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Marketing Operation Region (MOR) I saat berkunjung ke rumah duka.

Pertamina kata Roby, sedang melalukan pemeriksaan atas insiden ini. Pemeriksaa dilakukan untuk memastikan seluruh standar keamanan telah diterapkan. "Sejauh ini masih sepenuhnya karena faktor alam," ucap dia.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini