nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

2.500 Orang Dilaporkan Hilang Akibat Terjangan Badai Dorian di Bahama

Rahman Asmardika, Jurnalis · Kamis 12 September 2019 12:36 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 09 12 18 2103922 2-500-orang-dilaporkan-hilang-akibat-terjangan-badai-dorian-di-bahama-Wg3VHKzaOD.jpg Foto: BBC.

NASSAU - Layanan darurat Bahama merilis daftar 2.500 orang yang dinyatakan hilang pasca terjangan Badai Dorian yang melanda kepulauan itu pekan lalu. Sedikitnya 50 orang dilaporkan tewas akibat badai terbesar yang pernah melanda kepulauan itu, sementara puluhan ribu lainnya memerlukan bantuan.

Hitungan resmi pemerintah memperkirakan jumlah korban jiwa akan bertambah dari yang dirilis saat ini, meskipun jumlah korban yang hilang belum diperiksa dengan mereka yang berada di tempat penampungan dan kemungkinan angkanya akan menurun.

BACA JUGA: Sedikitnya Lima Tewas Akibat Amukan Badai Dorian di Bahama

Daftar itu diumumkan oleh Juru Bicara Badan Manajemen Darurat Nasional Bahama (Nema), Carl Smith. Akan tetapi, Smith memperingatkan bahwa database itu masih diproses dan beberapa orang yang sudah dievakuasi belum mendaftarkan nama mereka.

"Pada saat ini ada sekira 2.500 (orang hilang) dalam daftar pemerintah Bahama," kata Smith pada konferensi pers sebagaimana dilansir BBC, Kamis (12/9/2019).

Foto: Reuters.

"Daftar ini belum diperiksa terhadap catatan pemerintah mengenai orang-orang yang tinggal di tempat penampungan atau yang telah dievakuasi," katanya.

Jumlah dalam daftar itu cenderung turun karena pemeriksaan silang akan dilakukan. Namun, pejabat Bahama sebelumnya mengakui bahwa angka kematian terakhir bisa "mengejutkan".

Para pejabat pemerintah dan petugas kemanusiaan mengatakan sekira 5.000 orang telah dievakuasi dari dua kelompok pulau yang terkena dampak badai paling parah. Laporan Program Pangan Dunia PBB, sekira 6.000 dan 7.000 orang masih berada di pulau-pulau tersebut.

BACA JUGA: Porak-Porandakan Bahama, Badai Monster Dorian Bergerak Menuju AS

Ratusan orang ditampung di tempat penampungan sementara di Ibu Kota Nassau.

Pekerja darurat berencana untuk membangun dua kota tenda di sekitar Marsh Harbour di Pulau Great Abaco. Kota itu hancur oleh badai, yang meratakan daerah kumuh yang dikenal sebagai Mudd dan Pigeon Peas.

Beberapa warga mengeluh bahwa bantuan tiba terlalu terlambat, tetapi pemerintah Bahama telah membela cara operasi mereka dan membantah menutup-nutupi jumlah kematian sebenarnya.

(dka)

Berita Terkait

Bahama

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini