Balita 2 Tahun Diperkosa dan Diminta Bersaksi di Pengadilan Myanmar

Agregasi BBC Indonesia, · Jum'at 13 September 2019 04:45 WIB
https: img.okezone.com content 2019 09 13 18 2104230 balita-2-tahun-diperkosa-dan-diminta-bersaksi-di-pengadilan-myanmar-iL9COi9Yap.jpg Unjuk rasa menuntut keadilan untuk Victoria (AFP/Getty Images)

Tak terjadi di prasekolah?

Pengelola prasekolah membantah bahwa serangan seksual itu terjadi di lingkungan mereka, dan guru-guru di sana juga mendukung hal itu.

Guru yang disebut-sebut di pengadilan, Hnin Nu, mengatakan kepada BBC ia telah ditanyai sembilan kali oleh detektif dan berkeras bahwa Aung Gyi tidak mungkin melakukan kejahatan tesebut.

Ia mengatakan, "Tidak mungkin ia melakukannya. Kami para guru selalu bersama murid-murid setiap saat. Tidak mungkin."

Guru lain, Nilar Aye, mengatakan Victoria tidak pernah lepas dari penglihatannya hari itu.

Bukti tidak bersalah?

Banyak anggota masyarakat yang percaya Aung Gyi direkayasa.

Mereka mengacu para rekaman CCTV, yang diperoleh oleh BBC Burma, yang menunjukkan ia ke prasekolah pada hari yang dimaksud dan menunggu di ruang resepsionis.

Rekaman itu memperlihatkan ia tak punya cukup waktu untuk meninggalkan ruangan dan menyerang Victoria.

Tanggal 6 Juli, sekitar 6.000 orang berpakaian putih membawa kain spanduk bertuliskan "Kami ingin keadilan" berdemonstrasi di depan kantor Central Investigation Department (CID) di Yangoon, yang kini mengambil alih kasus ini.

Apa kata orang tua?

Kepada BBC Burma, ayah Victoria mengatakan ketika diperlihatkan rekaman CCTV di halaman luar prasekolah, Victoria dengan spontan menunjuk orang yang menyerangnya.

Ini adalah satu-satunya bukti yang membuat Aung Gyi ditangkap.

Ayah Victoria mengatakan tak ada konseling maupun permintaan maaf dari pihak manajemen prasekolah.

Mengenai penyelidikan polisi, ayah Victoria tak ingin secara langsung mengkritik kepolisian. Namun ia mengatakan kepad BBC bahwa ada rekaman CCTV yang hilang dan penyelidikan "tak berjalan lancar".

"Saya ingin kebenaran," katanya. "Saya tak akan menyerah, berapa lama pun yang dibutuhkan untuk itu".

"Anak saya jadi korban dalam peristiwa ini. Namun ia masih hidup. Masih bisa bicara. Saya harap kata-katanya dianggap serius dan ditindak lanjuti," tambahnya.

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini