Seusai gerakan sampah yang membuat masyarakat tergerak untuk tidak menggunakan plastik sekali pakai, maka selanjutnya KLHK meninjau masyarakat untuk melakukan pemilahan sampah sejak dari rumah masing-masing.
"Setelah masyarakat memilah sampahnya masing-masing, kami juga menyediakan bank sampah untuk para keluarga yang memilah sampah, dan kemudian sampah kering atau non organik dibawa ke bank sampah disetor dan mereka bisa mendapatkan uang, dan yang organik bisa dibuat kompos agar menjadi pupuk sehingga mengurangi jumlah pembuangan sampah ke TPA" jelas Vivien.
"Di samping itu juga kita mendorong pabrik daur ulang untuk melakukan investasi dalam hal ini, karena memang banyak bahan baku yang berasal dari bahan daur ulang. Maka dari itu gerakan pemilahan sampah dari rumah ini diharapkan akan menjadi hulunya untuk meningkatkan program bahan baku daur ulang dari dalam negeri" terang Vivien.
Saat ini industri daur ulang sudah tersebar di seluruh İndonesia yang jumlahnya sekitar 8000-an. KLHK juga akan membantu daerah-daerah dan terutama daerah yang mempunyai destinasi wisata. Karena sampah plastik akan menjadi lebih banyak pada daerah tersebut dan dapat menghasilkan uang.
Selain itu, KLHK juga akan menerapkan Wizh to Energy yang sudah dilakukan oleh Singapura pada beberapa waktu lalu. Namun wilayah İndonesia yang luasnya lebih besar dari Singapura akan lebih sulit diterapkan.