WORCESTER - Seorang pria menghabiskan 30.000 Poundsterling (sekitar Rp526 juta) dari tabungannya untuk membiayai pengadilan setelah dia mendapat denda tilang sebesar 100 Poundsterling (sekitar Rp1,7 juta).
Melansir BBC, Selasa (17/9/2019) Richard Keedwell (71) menghabiskan uang tabungan dan pemberian anak-anaknya selama tiga tahun untuk melawan sistem hukum yang dianggapnya cacat.
Keedwell dianggap bersalah karena mengendarai kendaraannya dengan kecepatan 56 kilometer per jam di zona batas kecapatan 48 kmp dalam perjalanan sehari ke Worcester pada tahun 2016.

Keedwell yang berasal dari Yate dekat Bristol, mengklaim dia tidak mengendarai mobilnya di atas 46 kmp.
"Saya sangat terkejut ketika beberapa hari kemudian saya mendapat surat tilang,” kata dia.
Keedwell kemudian merekrut bantuan seorang ahli video dan elektronik yang mengatakan kepada pengadilan bahwa kamera kecepatan telah menangkap salah kecepatan mobil di jalur yang berdekatan atau rusak. Namun dia kalah di pengadilan.
Dia menjelaskan kasusnya berjalan cepat tapi ia telah menghabiskan Rp526 juta, yang terdiri dari biaya 21.000 Poundsterling (sekitar 368 juta) untuk sewa pengacara dan 7.000 Pounsterling (sekitar Rp 122 juta) untuk biaya pengadilan, serta biaya perjalanan.
Keedwell mengatakan dia merasa tidak enak dengan keluarganya karena kehilangan uang tabungannya.
"Saya muak dan lelah dengan seluruh sistem yang menekan rakyat kecil. Aku hanya sangat menginginkan keadilan,” katanya.
Seorang juru bicara Badan Publik Utama untuk Melakukan Penuntutan Pidana (CPS) mengatakan masalah Keedwell memerlukan audiensi tambahan dan saksi ahli.
"Karena kasus ini melibatkan persidangan yang panjang di pengadilan hakim dan persidangan berikutnya di mahkamah agung untuk mengajukan banding terhadap putusan bersalah, keseluruhan panjang kasus ini membutuhkan waktu untuk disimpulkan," kata mereka.
(Rachmat Fahzry)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.