nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Guru Honorer Ini Minta Disodomi Muridnya agar Dapat Nilai Tinggi

Budi Utomo, Jurnalis · Rabu 18 September 2019 00:01 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 09 17 340 2106125 guru-honorer-ini-minta-disodomi-muridnya-agar-dapat-nilai-tinggi-sNe3YXLgDk.jpg Guru berinsial FR saat digiring petugas (foto: Inews/Budi)

TEBO - Seorang guru honorer di SMPN Tebo, berinisial FR (38) ditangkap polisi karena mencabuli 23 siswanya. Pelaku yang sudah mempunyai istri dan dua anak ini terungkap setelah korban berinisial SGM dan HD menceritakan kepada orang tuanya.

Mendapat kabar tersebut, orang tua korban langsung melaporkan kejadian yang menimpa anaknya dengan Laporan Polisi nomor: LP/ B-10/ IX/ 2019/ Jambi/ Res Tebo/ Sektor Muara Tabir, tgl 13 September 2019.

Kasat Reskrim Polres Tebo, AKP Muhammad Ridho Syawaluddin Taufan, yang didampingi Kanit PPA Polres Tebo menjelaskan, pelaku berhasil mencabuli korbannya dengan cara korban SGM dan HD disuruh oleh pelaku untuk datang ke rumahnya di Desa Bangun Seranten guna membicarakan masalah kegiatan Pramuka.

Selanjutnya, setelah sampai di rumah SGM dan HD langsung diajak oleh pelaku masuk ke dalam kamar, setelah di dalam kamar pelaku langsung membuka celana korban dan temannya serta langsung menghisap kemaluan keduanya secara bergantian.

 cabul

Kemudian pelaku mengoleskan cairan handbody di kemaluan korban dan menyuruh korban serta temannya untuk memasukkan kemaluan korban kedalam lubang anus milik pelaku secara bergantian.

"Dalam melakukan perbuatan cabul, pelaku menjanjikan akan memberikan nilai yang bagus apabila korban mau menuruti kemauan pelaku," kata Ridho.

Ia juga menerangkanm korban SGM dan HD dicabuli pelaku sebanyak 7 kali. Akibat perbuatan pelaku para korban mengalami trauma serta menahan malu terhadap teman-temannya.

"Dari pengakuan korban, ada 15 orang menjadi korban yang sama. Korban mau menuruti kemauan pelaku karena pelaku menjanjikan akan diberikan nilai yang bagus di sekolah," tuturnya.

Ridho menambahkan, aksi pelaku ini sudah berlangsung sangat lama yakni pada tahun 2012 lalu hingga 2019. Selama 7 tahun tersebut terhitung ada 23 orang anak laki-laki menjadi korban pencabulan. Bahkan, para korban ada yang sudah bersekolah SMP, SMA dan ada yang sudah kuliah.

"Saat ini pihak Polres Tebo bekerjasama dengan TP2A untuk tahap pemulihan psikologi korban untuk bimbingan konsling. Pelaku dikenakan dua pasal yaitu Pasal 82 Ayat 1 dan 2 dengan ancaman 20 tahun penjara," pungkasnya.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini