nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pesatnya Pembangunan di Purwakarta Tak Lepas dari Peran Prajurit TNI

Mulyana, Jurnalis · Jum'at 20 September 2019 15:29 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 09 20 525 2107313 pesatnya-pembangunan-di-purwakarta-tak-lepas-dari-peran-prajurit-tni-TngBDrHcOz.jpg Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) di Purwakarta, Jawa Barat (foto: Ist)

PURWAKARTA – Lebih dari satu dasawarsa ini, perwajahan Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, berubah drastis. Kondisi tersebut, tak lain karena adanya konsistensi dari pemerintah daerahnya untuk terus melakukan penataan wilayah kecil yang diapit dua kota besar itu menjadi lebih baik.

Sejauh ini, penataan yang dilakukan Pemkab Purwakarta, nyaris menyakup seluruh sektor. Sebut saja di antaranya di sektor infrastruktur. Tentunya, imbas dari penataan yang di lakukan pemerintah ini tak lain untuk mendorong pengembangan ekonomi masyarakat.

Tapi, mungkin tak banyak yang tahu jika perubahan wilayah ini, sebagiannya adalah buah dari kerjasama yang dilakukan pemerintahan dengan unsur Tentara Nasional Indonesia (TNI). Ya, selama ini ada keterlibatan institusi keamanan Negara itu dalam segenap pembangunan di wilayah kecil di Jabar ini.

Adapun keterlibatan TNI khususnya dari satuan angkatan darat itu, yakni melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD). Seperti diketahui berama, TMMD merupakan salah satu wujud operasi terpadu karya bhakti TNI. Kegiatan ini merupakan program terpadu lintas sektoral antara TNI dengan pemerintah daerah, serta teritegrasi dengan masyarakat.

Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) di Purwakarta (Ist)	 

Salah satu kegiatannya, yakni membantu pembangunan infrastruktur dan fasilitas layak bagi masyarakat. Khususnya, bagi mereka yang ada di wilayah terpencil dan perbatasan. Sebagai contoh keterlibatan TNI AD dalam pembangunan di Purwakarta, misalnya  saat membuka keterisolasian warga yang bermukim di Kecamatan Sukasari beberapa tahun lalu yang hingga pada akhirnya terbentanglah akses baru sepanjang 57 kilometer yang saat ini di beri nama Jalur Lingkar Barat.

Dalam waktu dekat ini, prajurit TNI AD dari Kodim 0619 Purwakarta, juga kembali dilibatkan dalam pembangunan infrastruktur di wilayah itu. Kali ini, dalam pembangunan jalan penghubung antar Desa Cisaat Kecamatan Campaka dengan Desa Ciparung Sari, Kecamatan Cibatu. Ada jalan sepanjang 650 meter yang akan dibangun dalam program tersebut.

Saat berbincang dengan Okezone, Dandim 0619 Purwakarta, Letkol Arm Yogi Nugroho membenarkan, jika saat ini jajarannya kembali diperbantukan oleh pemerintah daerah untuk membangun infrastruktur dan sarana pokok masyarakat. Di program TMMD ke 106 ini, ada dua kegiatanyang akan dilakukan. Yakni, kegiatan fisik dan non fisik.

“Prajurir TNI AD kembali dilibatkan dalam pembangunan infrastruktur. Untuk kegiatan fisik, kami akan membangun dan melakukan pengecoran jalan sepanjang 650 meter yang merupakan akses penghubung desa, termasuk pelebarannya menjadi 4 meter. Kemudian, membangun gorong-gorong dan Tembok Penahan Tebing (TPT)," ujar Yogi kepada Okezone, belum lama ini.

Yogi menjelaskan, selain pembangunan fisik dalam program TMMD kali ini pihaknya juga diperbantukan untuk membangun pembangunan kegiatan non fisik yang di antaranya rehab rumah tidak layak huni (Rutilahu, pembangunan poskamling, serta penyempurnaan bangunan masjid yang ada di desa tersebut.

Untuk kegiatan pembangunan infrastruktur sendiri, sambung dia, pihaknya menerjunkan sedikitnya 150 personel TNI AD. Pihaknya menargetkan, pembangunan infratruktur layak bagi masyarakat ini bisa rampung selama 30 hari kedepan.

“Untuk kegiatan ini, akan dimulai awal Oktober mendatang. Kami targetkan, sebulan kedepan bisa rampung,” jelas dia.

Komitmen soal target ini, menurutnya bukan tanpa alasan. Mengingat, dalam pembangunan infrastruktur ini seluruh unsur yang ada akan terlibat. Termasuk, keterlibatan dari masyarakat sekitar. Karena, kata dia, dalam program ini intinya tak sebatas membangun infrastruktur, melainkan upaya membangun kebersamaan dan menguatkan jiwa nasionalis masyarakat melalui gotong royong.

Terkait anggarannya sendiri, tambah dia, yakni bersumber dari APBD Purwakarta tahun 2019. Untuk nilainya, mencapai Rp 1,7 miliar. Adapun dalam hal ini, jajarannya hanya sebatas membantu pengerjaan pembangunannya saja.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini