Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Mengintip Isi Museum Wayang dan Seni Rupa di Kota Tua

Fadel Prayoga , Jurnalis-Sabtu, 21 September 2019 |10:00 WIB
Mengintip Isi Museum Wayang dan Seni Rupa di Kota Tua
Pengunjung melihat koleksi museum di Kota Tua, Jakarta (Okezone.com/Fadel Prayoga)
A
A
A

Bangunan yang kini jadi Museum Seni Rupa dan Keramik awalnya merupakan Kantor Dewan Kehakiman pemerintah Hindia Belanda pada Benteng Batavia atau Ordinaris Raad van Justitie Binnen Het Kasteel Batavia.

Pada masa kependudukan Jepang sekira 1944, bangunan itu dialihkan menjadi asrama militer. Kemudian, pada 10 Januari 1972, gedung dengan delapan tiang besar di bagian depan itu dipugar sebagai bangunan bersejarah serta cagar budaya yang dilindungi.

Pada 1990, aset bersejarah itu akhirnya diserahkan kepada Dinas Kebudayaan dan Permuseuman DKI Jakarta.

Kini menjadi Museum Seni Rupa dan Keramik dengan menyajikan koleksi hasil karya seniman-seniman Indonesia sejak kurun 1800-an hingga sekarang.Ilustrasi

Koleksi keramik bahkan bukan hanya dari seni kreatif kontemporer Indonesia, tapi juga ada dari China, Thailand, Vietnam, Jepang dan Eropa. Keramik dari mancanegara itu peninggalan abad 16 sampai awal 20.

"Total koleksi Museum Seni Rupa dan Keramik ada sekitar 8.400 unit," ujar Esti.

Esti menjelaskan, dalam menjaga nilai sejarah di dua museum itu pihaknya pada 2019 mengajukan anggaran perawatan sebesar Rp. 5.347.340.000.

"Dana itu untuk pekerjaan Fumigasi dan anti rayap, pengecatan exterior dan interior, perbaikan plafond yang rusak, poles lantai, perbaikan toilet museum tekstil dan museum wayang serta penggantian septictank museun wayang, perbaikan koridor antara pendopo batik ke musala, perbaikan tempat parkir belakang, dan pengganti pagar yang sudah kropos," kata Esti.

(Salman Mardira)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement