Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Cari Korban, Tim SAR Diterjunkan ke Lokasi Jatuhnya Pesawat Twin Otter

Saldi Hermanto , Jurnalis-Senin, 23 September 2019 |08:15 WIB
Cari Korban, Tim SAR Diterjunkan ke Lokasi Jatuhnya Pesawat Twin Otter
Tim SAR bersiap menuju lokasi jatuhnya pesawat Twin Otter di Mamontoga, Hoeya, Mimika, Papua (Okezone.com/Saldi Hermanto)
A
A
A

TIMIKA – Tim SAR gabungan diterjunkan ke Kampung Mamontoga, Distrik Hoeya, Kabupaten Mimika, Papua, Senin (23/9/2019), untuk mencari korban jatuhnya pesawat DHC-6 Twin Otter series 400. Tim yang diberangkatkan sekira pukul 06.35 WIT tadi disertai dengan personel evakuasi.

Kepala Seksi Operasi Kantor Pencarian dan Pertolongan Timika, Syahril mengatakan, tim SAR yang diterjunkan ke area diduga titik jatuhnya pesawat Twin Otter dilengkapi peralatan mountaineering (pendakian), mengingat lokasinya di sekitar tebing terjal.

"Empat personel rescuer Kantor Pencarian dan Pertolongan Timika menuju lokasi titik duga jatuhnya pesawat dengan membawa perlengkapan mountaineering," kata Syahril.Lokasi Pesawat Twin Otter Jatuh

Lokasi pesawat Twin Otter jatuh (Okezone.com/Saldi)

Tim evakuasi diberangkatkan menuju Ilaga, Kabupaten Puncak menggunakan pesawat Twin Otter PK-CDJ milik PT Carpediem Aviasi Mandiri. Selanjutnya dari Ilaga ke lokasi pesawat jatuh diterbangkan dengan Heli SA 315B PK-IWB milik PT Intan.

Baca juga: Pesawat Twin Otter Hilang Kontak dalam Penerbangan di Papua

"Selanjutnya tim akan di drop ke Mamontoga, daerah terdekat dari lokasi kejadian. Dari Mamontoga, tim akan di drop ke poin di mana tim rescuer bisa mendarat di sekitar lokasi jatuhnya pesawat," terangnya.

Baca juga: Tim SAR Temukan Lokasi Jatuhnya Twin Otter PK-CDC di Papua

Operasi SAR gabungan hari ini fokus mencari dan mengevakuasi korban, serta mengumpulkan benda-benda yang dibutuhkan untuk investigasi penyebab jatuhnya pesawat oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

"Tim berfokus melakukan evakuasi terhadap korban dan peralatan yang diperlukan," katanya.

Titik jatuhnya pesawat

Komandan Landasan Udara (Danlanud) Yohanis Kapiyau, Letkol Pnb Sugeng Sugiharto mengatakan, pesawat Twin Otter PK-CDC diduga jatuh di ketinggian 13.453 feet dengan posisi berjarak 44 nautical mile (Nm) radial 058 derajat dari Timika atau di koordinat 4°7'27,11"S/137°29'18,36"E, tepatnya dekat Kampung Mamontoga. Di area tersebut, tim menemukan serpihan pesawat.

Meski telah menemukan lokasi serpihan pesawat, tim SAR belum dapat memastikan apakah masih ada kemungkinan para korban pesawat jatuh itu selamat.

Pesawat DHC-6 Twin Otter series 400 dengan register PK-CDC yang dioperasikan PT Carpediem Aviasi Mandiri sebelumnya hilang kontak setelah bertolak dari Bandara Mozes Kilangin Timika, Rabu, 18 September 2019 pukul 10.31 WIT. Pesawat itu diperkirakan mendarat di Bandara Aminggaru Ilaga pada pukul 11.09 WIT.

Namun, berdasarkan sky track terakhir atau pantauan jalur udara, pesawat hilang kontak di pukul 01.59 UTC atau 10.59 WIT.

Pesawat ini diketahui mengangkut logistik berupa beras seberat 1.700 kilogram dan seorang penumpang yang merupakan anggota Brimob dari Resimen II, Bharada Hadi Utomo. Pesawat dipiloti Dasep Sobirin dan Co Pilot Yudra Tutuko berserta seorang teknisi bernama Ujang.

(Salman Mardira)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement