nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

3 Pejabat Pemprov Sumut Dinonaktifkan Terkait Raibnya Uang Rp1,6 Miliar

Wahyudi Aulia Siregar, Jurnalis · Senin 23 September 2019 19:04 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 09 23 608 2108347 3-pejabat-pemprov-sumut-dinonaktifkan-terkait-raibnya-uang-rp1-6-miliar-yJMfZLkHhg.JPG Wakil Gubernur Sumut, Musa Rajekshah (foto: Okezone.com/Wahyudi)

MEDAN - Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi menonaktifkan tiga orang pejabat di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara. Penonaktifan ini terkait dengan raibnya uang senilai Rp.1,6 miliar milik Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Pemprov Sumut, dari mobil yang terparkir di halaman Kantor Gubernur Sumatera Utara pada Senin 9 September 2019 lalu.

Wakil Gubernur (Wagub) Sumut Musa Rajekshah mengatakan, ketiga pejabat yang dinonaktifkan adalah Raja Indra Saleh sebagai Sekretaris BPKAD yang juga Pelaksana tugas (Plt) Kepala BKAD, Fuad Perkasa sebagai Kabid Pengelolaan Anggaran BPKAD dan Henri Pohan sebagai Kasubbid Pengelolaan Anggaran I BPKAD.

 Baca juga: Polisi Kantongi Identitas Pencuri Uang Rp1,6 Miliar Milik Pemprov Sumut

Penonaktifan ini dilakukan untuk memudahkan pemeriksaan internal yang sedang dilakukan oleh Inspektorat atas kasus itu.

"Pemeriksaan internal oleh Inspektorat terkait hilangnya uang tersebut terus berjalan. Untuk memudahkan hal itu, Gubernur sudah menonaktifkan tiga orang pejabat,” ujar Musa kepada wartawan, Senin (23/9/2019)

 Baca juga: Polisi Dalami Faktor Kelalaian Terkait Raibnya Uang Rp1,6 Miliar Milik Pemprov Sumut

“Diharapkan kepada tiga orang ini dapat lebih fokus menghadapi pemeriksaan yang dilakukan oleh Inspektorat. Sehingga masalah ini segera terungkap dan dapat menjadi pelajaran ke depan,” tambah Musa.

Musa berharap peristiwa seperti ini tidak terulang lagi ke depan. Karena itu, ia meminta semua pejabat dan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemprov Sumut untuk memiliki rasa tanggungjawab dalam melaksanakan tugasnya.

“Kita berharap hal seperti ini tidak terjadi lagi di masa mendatang, karena itu, saya minta seluruh pejabat memiliki rasa tanggungjawab dan mempedomani aturan yang sudah ada,” pungkasnya.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini