nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Wapres RI Ajak ICRC Kerja Sama Bantu Kemanusiaan di Rakhine dan Afghanistan

Rahman Asmardika, Jurnalis · Kamis 26 September 2019 12:57 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 09 26 18 2109570 wapres-ri-ajak-icrc-kerja-sama-kemanusiaan-di-rakhine-dan-afghanistan-ofmgt84hvD.jpg Foto: Ist.

NEW YORK – Wakil Presiden Republik Indonesia Jusuf Kalla menerima kunjungan Presiden Komite Internasional Palang Merah (ICRC) Peter Maurer di sela Sidang Majelis Umum PBB ke-74 di New York, Amerika Serikat (AS) pada Selasa, 25 September.

Dalam pertemuan tersebut Wapres Kalla yang juga merupakan Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) membahas berbagai masalah kemanusiaan yang terjadi di Negara Bagian Rakhine, Myanmar dan proses perdamaian di Afghanistan yang sedang dirintis oleh Indonesia.

BACA JUGA: Jokowi: Indonesia Akan Selesaikan Konflik di Afganistan

"Dua masalah yang menjadi perhatian kami. Pertama di Negara Bagian Rakhine, bagi Indonesia repatriasi sukarela, aman dan bermartabat adalah prioritas," kata Wapres.

Dia mengatakan bahwa untuk mencapai tujuan itu Bangladesh dan Myanmar membutuhkan situasi yang kondusif, untuk menciptakan lingkungan yang mendukung untuk pemulangan dan perlu adanya bantuan dari semua pihak.

Menurutnya, Indonesia dan ASEAN, melalui AHA Centre, telah berusaha sangat keras untuk membantu Myanmar dalam mempersiapkan pemulangan. Namun sayangnya repatriasi yang direncanakan berlangsung pada Agustus tidak terjadi.

"ASEAN juga membantu Myanmar menyebarluaskan informasi tentang persiapan pemulangan di Cox Bazaar," imbuhnya.

Selain itu Wapres juga mengingatkan pentingnya pengembangan kegiatan ekonomi di Negara Bagian Rakhine masyarakatnya mendapat mata pencaharian berkelanjutan. Dari uraian penjelasan tersebut, Wapres mengajak ICRC kemungkinan dapat mengambil peran kemanusiaan melalui jalur kerja sama.

"Mereka harus didukung (ekonomi). Saya ingin mendengar dari Anda tentang kemungkinan kerja sama yang bisa kita lakukan bersama di Rakhine State dan Cox Bazaar," tandasnya.

BACA JUGA: Indonesia Serukan Penghentian Krisis Kemanusiaan di Rakhine

Topik pembicaraan kedua, yang diangkat Wapres, adalah proses perdamaian di Afghanistan, termasuk mengenai tertundanya rencana penandatanganan Perjanjian Damai antara AS dengan Taliban.

"Indonesia berkomitmen untuk melanjutkan kontribusinya pada proses perdamaian di Afghanistan," tegasnya. Dia juga berharap dialog dan negosiasi Intra-Afghanistan dapat segera dilakukan.

"Indonesia yakin bahwa Indonesia dan ICRC dapat bekerja sama di Afghanistan," pangkasnya.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini