JAKARTA – Sekretaris Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) Yandri Susanto tak masalah jika Presiden Joko Widodo (Jokowi) mempertimbangkan menerbitkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) untuk mencabut revisi Undang-Undang KPK yang telah disahkan. Menurut dia, Perppu tersebut nantinya dinilai oleh DPR.
"Saya kira tidak ada masalah itu kan hak penuh Pak Presiden. Tetapi dalam hukum perundang-undangan kita, Perppu itu akan diuji atau akan dinilai oleh DPR secara keseluruhan apakah akan diterima atau tidak," kata Yandri di Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Jumat (27/9/2019).
"Artinya bisa ditolak bisa diterima. Kalau ditolak artinya UU yang Pak Presiden Perppu kan itu hidup kembali. Tapi kalau misalkan diterima, ya Perppu aturan rancangan UU yang dimunculkan lewat Perppu itu yang akan kita bahas lebih lanjut," kata anggota Komisi II DPR itu.
PAN, kata dia, menunggu sikap Jokowi terkait penerbitan Perppu ini. Kalaupun Kepala Negara jadi mengeluarkan Perppu, DPR periode 2019-2024 wajib hukumnya membahas untuk menerima atau menolaknya.
"Toh ini tinggal tiga hari lagi periode sekarang. Kalau Pak Presiden keluarkan Perppu ya akan kita pasti dan wajib hukumnya DPR yang akan datang membahas, menolak atau menerima ya kita tunggu dulu," ucapnya.
Sekadar informasi, Presiden Jokowi sedang mempertimbangkan menerbitkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang (Perppu) atas revisi Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang sudah disahkan.
Baca Juga : Jokowi Kaji Penerbitan Perppu Cabut UU KPK
Pernyataan itu disampaikan Kepala Negara setelah bertemu dengan berbagai tokoh bangsa di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis 26 September 2019.
Di sisi lain, gelombang protes dari eksponen masyarakat yang terdiri dari mahasiswa, pelajar dan LSM terus berdatangan. Mereka turun ke jalan memprotes rancangan undang-undang (RUU) kontroversial, di antaranya revisi UU KPK dan RKUHP.
Baca Juga : Jokowi Akan Putuskan soal Perppu KPK dalam Waktu Dekat
Gelombang protes tak hanya terjadi di Jakarta, melainkan juga di daerah lainnya. Bahkan di daerah tertentu ada mahasiswa tewas ditembak oleh sosok misterius saat sedang menyampaikan aspirasinya.
(Erha Aprili Ramadhoni)