Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Wamena Surga Kecil yang Dikirim Tuhan untuk Satukan Semua Suku

Herman Amiruddin , Jurnalis-Kamis, 03 Oktober 2019 |04:41 WIB
Wamena Surga Kecil yang Dikirim Tuhan untuk Satukan Semua Suku
Risma Warga Sulsel yang Mengungsi dari Wamena ke Makassar (foto: Okezone/Herman Amiruddin)
A
A
A

MAKASSAR - Pengungsi korban kerusuhan di Wamena, Papua berdatangan ke Kota Makassar, hingga Rabu 2 Oktober 2019. Hingga saat ini pengungsi telah berada di Asrama Haji Sudiang, Makassar.

Sehari sebelumnya satu keluarga korban kerusuhan Wamena datang ke Makassar. Mereka mengungsi untuk sementara di rumah kerabatnya di Jalan Paccerakkang, Makassar.

Saat Okezone berkunjung ke rumahnya di Jalan Paccerakkang, Makassar ditemui ibu-ibu yang sedang berkumpul dengan anak-anaknya dan keluarga lain yang ada di rumah itu.

Baca Juga: Cerita Warga Blitar Tentang Kondisi Mengerikan saat Kerusuhan di Wamena Papua 

Seorang ibu bernama Risma, seorang warga Sulsel bercerita, dirinya terpaksa mengungsi ke Makassar hingga Kota Wamena benar-benar mulai kondusif.

"Kita orang Makassar hanya saja kita lahir besar di Wamena. Kami di sana di sebut Labewa kalau lahir besar di sana. Kita juga disebut putra daerah. Tapi putra daerah golongan tiga karena orang tua kita merantau di sana, tapi anaknya kami lahirnya di sana," kata Risma mengawali ceritanya saat diwawancara Okezone, Rabu 2 Oktober 2019.

Risma, Warga Sulsel yang mengungsi ke Makassar hingga Kota Wamena Benar-Benar Kondusif (foto: Okezone/Herman Amiruddin)	 

Di mata Risma, warga Wamena itu orang-orangnya cukup baik dengan warga pendatang. Mereka tak memandang suku atau agama warga pendatang ke Wamena.

"Kami punya hubungan baik seperti saudara. Apalagi yang sudah kenal baik itu sudah seperti saudara. Orang Wamena itu semua sebenarnya baik-baik. Pokoknya sampai semua suku pendatang semua baik," kata ujar Risma.

Risma mengaku yang membuat betah tinggal di Wamena, karena keindahannya yang berada di pegunungan. Ditambah lagi Wamena adalah kota kelahirannya dan memilih Wamena sebagai tempat untuk membangun keluarga.

"Orang bilang Wamna itu surga kecil. Surga kecil yang dikirim Tuhan. Kita semua di sana tidak ada perbedaan. Di sana bukan keluarga tapi lebih dari keluarga. Kota Wamena di sana itu indah sekali," ungkap ibu Bhayangkari ini.

Baca Juga: Setop Pakai Istilah Orang Asli Papua dan Pendatang, Kita Bersaudara!

Risma mengatakan semua suku pendatang di Wamena punya kedekatan yang baik dengan warga asli. Ia menyebutkan suku-suku di seluruh Indonesia yang ada di Wamena semua bersama-sama mengugsi. 

"Semua suku di sana ada. Suku Jawa, Madura, Sulawesi, Kalimantan, Aceh, pokoknya semua suku ada, suku Maluku juga ada. Sampai kita sama mengungsi itu satu rumah. Sampai hampir semua suku itu ada," sebutnya.

Adapun kondis terakhir dilihat oleh Risma sesaat sebelum mengungsi ke Jayapura dari Wamena menuju Makassar, kondisinya mulai membaik, hanya warga yang berada di dalam kota Wamena masih trauma dan takut pulang ke rumahnya. Mereka masih memilih tetap berada di pengungsian yaitu di Polres Wamena.

"Kami di Wamena itu sebenarnya itu sudah kondusif. Tapi yang jauh dari pinggiran kota itu yang masih dalam kota itu warga masih takut kembali ke rumah dan masih di Polres. Kami saja masih dalam pengusian masih berangkat. Berangkat mengungsi melalui jalur darat hanya satu yaitu jalur darat," jelasnya.

Kerusuhan di Wamena, Papua (foto: Ist) 

Risma mengaku sebelum ke Makassar, ia bersama keluarga tertahan selama 2 hari di kota Jayapura. Sembari menunggu pesawat untuk pulang ke Makassar.

"Dari Wamena ke Jayapura kemudian kami lanjut ke Makassar. Itupun kami tertahan di Jayapura dua hari karena tiket ke Makassar full," ucap dia menutup pembicaraan.

(Fiddy Anggriawan )

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement