nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Reuters: Hacker Pemerintah Iran Berusaha Retas Kampanye Pemilihan Trump 2020

Rahman Asmardika, Jurnalis · Sabtu 05 Oktober 2019 11:48 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 10 05 18 2113226 reuters-hacker-pemerintah-iran-berusaha-retas-kampanye-pemilihan-trump-2020-PZQFuGTEy2.jpg Ilustrasi. (Foto: Reuters)

WASHINGTON – Sebuah laporan dari Reuters mengutip sumber anonim mengklaim bahwa kelompok peretas yang memiliki hubungan dengan Pemerintah Iran telah berusaha menargetkan kampanye pemilihan kembali Presiden Amerika Serikat (AS), namun gagal. Laporan itu muncul menyusul pernyataan serupa dari Microsoft yang tidak menyebutkan target-target peretasan.

Sumber-sumber yang dikutip Reuters mengatakan bahwa kelompok ancaman yang dijuluki sebagai "Phosphorous" itu berusaha untuk meretas ke dalam akun yang terkait dengan kampanye pemilihan ulang Trump.

Sebelumnya, Microsoft mengeluarkan siaran pers yang menduga serangan itu memiliki hubungan dengan Teheran. Meski "tidak canggih," para peretas tampaknya menghabiskan banyak waktu untuk meneliti 241 target mereka, yang juga termasuk wartawan politik dan ekspatriat Iran.

Baru bulan lalu, Menteri Luar Negeri Iran Javad Zarif memperingatkan AS bahwa mereka telah salah perkiraan ketika memulai perang siber dengan melepaskan virus Stuxnet pada sentrifugal nuklir Iran pada 2010. “Tetapi perang apa pun yang dimulai oleh AS, itu tidak akan bisa selesai," kata Zarif saat itu.

Kampanye Trump membantah itu ditargetkan oleh peretas. "Kami tidak memiliki indikasi bahwa infrastruktur kampanye kami ditargetkan," kata Direktur Komunikasi Tim Murtaugh kepada Reuters, sebagaimana dilansir RT, Sabtu (5/10/2019).

Meskipun Microsoft menyebut peretas itu memiliki hubungan dengan Teheran, belum ada bukti yang diberikan yang menyatakan bahwa operasi itu benar-benar datang dari Iran.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini