nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Mantan Ketua Parlemen Nepal Ditangkap Atas Tuduhan Pemerkosaan

Rachmat Fahzry, Jurnalis · Senin 07 Oktober 2019 16:07 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 10 07 18 2113848 mantan-ketua-parlemen-nepal-ditangkap-atas-tuduhan-pemerkosaan-QwG011KGqb.jpg Krishna Bahadur Mahara. (Foto/Reuters)

KATHMANDU - Polisi di Nepal telah menangkap mantan ketua parlemen, Krishna Bahadur Mahara, setelah seorang anggota staf perempuan menuduhnya melakukan pemerkosaan.

Penangkapan itu terjadi setelah pengadilan di ibu kota Kathmandu mengeluarkan surat perintah terhadap Mahara, yang mengundurkan diri dari jabatannya.

Krishna, mantan pemberontak Maois menyangkal tuduhan pemerkosaan.

Melansir BBC, Senin (7/10/2019) wanita itu menuduh Krishna mabuk menyerangnya di apartemennya pada Minggu sebelumnya.

Baca juga: Menteri Pariwisata Nepal Tewas dalam Kecelakaan Helikopter

Baca juga: Helat Pemilu Parlemen Perdana, Nepal Siap Bertransformasi dari Monarki ke Republik

Dia mengatakan politisi tiba mabuk di rumahnya sebelum menyerangnya, menurut Reuters.

"Saya tidak menyangka akan begini. Dia memaksakan diri (pada saya) ... dia pergi setelah saya mengatakan saya akan memanggil polisi," katanya dalam sebuah wawancara di media lokal yang dikutip oleh kantor berita.

Mahara adalah kepala negosiator untuk Maois selama pembicaraan damai yang mengakhiri perang saudara selama satu dekade di Nepal tahun 2006.

Dia terpilih sebagai pembicara setelah aliansi pemberontak dan komunis moderat memenangkan kemenangan besar dalam pemilihan nasional 2017.

Dia mengundurkan diri dari jabatannya pada Selasa pekan lalu, mengatakan dia ingin "memfasilitasi penyelidikan yang adil terhadap tuduhan yang menimbulkan pertanyaan serius tentang karakter saya".

Partai Komunis Nepal yang memerintah juga memintanya untuk mundur dari tuduhan itu dan di tengah meningkatnya protes terhadapnya di media sosial.

Jarang di Nepal politisi senior seperti ini ditangkap atas tuduhan pelecehan seksual.

(fzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini