nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Terlibat Pelanggaran HAM Atas Etnis Uighur, 28 Organisasi China Masuk Daftar Hitam AS

Rachmat Fahzry, Jurnalis · Selasa 08 Oktober 2019 11:16 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 10 08 18 2114165 terlibat-pelanggaran-ham-atas-etnis-uighur-28-organisasi-china-masuk-daftar-hitam-as-49kimQ7Tr2.jpg Foto-foto warga Uighur yang hilang. Foto/ABC

WASHINGTON – Amerika Serikat (AS) memasukkan 28 organisasi asal China ke dalam daftar hitam karena dugaan keterlibatan atas pelanggaran terhadap etnis Uighur di provinsi Xinjiang, China.

Setelah masuk masuk dalam Daftar Entitas AS, organisasi-organisasi itu dilarang membeli produk dari perusahaan AS tanpa persetujuan dari pemerintah pusat AS.

Ke- 28 organisasi, termasuk lembaga pemerintah dan perusahaan teknologi yang berspesialisasi dalam peralatan pengawasan.

Ini bukan pertama kalinya AS menempatkan kelompok asal China di bawah larangan perdagangan.

Pada bulan Mei, pemerintahan Trump memasukkan perusahaan raksasa telekomunikasi Huawei ke Daftar Entitas karena produk-produknya yang dikhawatirkan mengganggu keamanan AS.

Baca juga: Video Diduga Ratusan Tahanan Uighur yang Ditahan China Beredar di Media Sosial

Baca juga: Mencari Kebenaran di Kamp 'Reedukasi' Muslim Uighur di China

Foto/Reuters

Departemen Perdagangan AS mengatakan organisasi-organisasi yang masuk daftar hitam itu "terlibat dalam pelanggaran hak asasi manusia".

Kelompok-kelompok HAM mengatakan China menganiaya warga Uighur yang sebagian besar Muslim di kamp-kamp penahanan. China menyebut kamp tersebut "pusat pelatihan kejuruan" untuk memerangi ekstremisme.

Departemen Perdagangan AS dalam keputusannya mengutip BBC, Selasa (8/10/2019) bahwa 28 entitas tersebut terlibat dalam "kampanye penindasan, penahanan sewenang-wenang, dan pengawasan teknologi tinggi terhadap warga Uighur, Kazakh, dan anggota kelompok minoritas Muslim lainnya."

Biro Keamanan Umum provinsi Xinjiang ada dalam daftar, bersama dengan 19 lembaga pemerintah lainnya.

Foto/Twitter

Hikvision, Dahua Technology dan Megvii Technology masuk di antara delapan kelompok komersial daftar hitam, yang semuanya berspesialisasi dalam teknologi pengenalan wajah.

Hikvision adalah salah satu produsen peralatan pengawasan terbesar di dunia.

AS dan China saat ini berada dalam perang dagang, dan telah mengirim delegasi ke Washington untuk mengakhiri ketegangan.

Bagaimana situasi di Xinjiang?

China telah meluncurkan operasi keamanan besar-besaran di Xinjiang, dalam beberapa tahun terakhir.

Kelompok-kelompok hak asasi manusia dan PBB mengatakan China telah menangkap dan menahan lebih dari satu juta warga Uighur dan etnis minoritas lainnya di kamp-kamp penahanan yang luas, di mana mereka dipaksa meninggalkan Islam, dipaksa berbicara dalam bahasa Mandarin China dan belajar patuh kepada pemerintah komunis.

China mengatakan orang-orang itu menghadiri "pusat pelatihan kejuruan" yang memberi mereka pekerjaan dan membantu mereka berintegrasi ke dalam masyarakat China, atas nama mencegah terorisme.

Pekan lalu, Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo menuduh China menuntut warganya untuk menyembah pemerintah, bukan Tuhan dalam konferensi pers di Vatikan.

Baca juga: Laporan Organisasi HAM: Begini Cara China Memata-Matai Warga Muslim Uighur di Xinjiang

Pada bulan Juli 2019, lebih dari 20 negara di Dewan Hak Asasi Manusia PBB menandatangani surat bersama yang mengkritik perlakuan China terhadap Uighur dan Muslim lainnya.

Siapakah Uighur?

Uighur adalah Muslim etnik Turki. Populasi mereka ada sekitar 45% dari populasi wilayah Xinjiang, dan 40% adalah etnis Han China.

China pada 1949 telah menghancurkan negara Turkestan Timur yang berumur pendek.

Sejak itu, telah terjadi imigrasi besar-besaran etnis China Han dan Uighur karena takut budaya mereka akan dimusnahkan.

Xinjiang secara resmi ditunjuk sebagai daerah otonom di China, seperti Tibet.(fzy)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini