JAKARTA – Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menyebutkan moderasi beragama sangat penting untuk diterapkan. Pasalnya, saat ini kehidupan bermasyarakat semakin kompleks.
Kehidupan yang semakin kompleks tersebut membuat tafsir terhadap nilai-nilai agama semakin beragam. Oleh sebab itu, ia berharap masyarakat rendah hati dalam menyikapi keragaman itu.
Hal tersebut diungkapkannya usai meluncurkan buku berjudul Moderasi Beragama di Gedung Kementerian Agama, kawasan Thamrin, Jakarta Pusat, Selasa (8/10/2019).
"Karena keragaman kita kehendak Tuhan. Maka yang dituntut dari kita adalah bukan untuk menyeragamkan semua yang beragam, tapi adalah kearifan kita untuk bagaimana keragamanan itu kita dapatkan hikmahnya," ujar Lukman.

"Banyak hal positif yang bisa kita tangkap dari keragaman kalau kita mampu menyikapinya dengan kearifan. Jadi, buku ini sebenarnya dalam rangka untuk mewujudkan hal-hal seperti itu," katanya.
Di tengah masyarakat yang kompleks dalam menafsirkan agama, Lukman tak menutup kemungkinan terdapatnya fanatisme. Ia menilai fanatik terhadap agama jika tidak ditopang dengan wawasan, dan ilmu keagamaan yang cukup maka akan menyalahkan pihak-pihak yang berbeda.

"Sehingga ketika dia melihat adanya perbedaan dari pihak lain, lalu dengan cepat dan mudah menyalah-nyalahkan pihak yang tidak sama dengan dirinya, bahkan tidak hanya menyalah-nyalahkan, tapi juga mengafir-kafirkan," ucap Lukman.
"Yang tentu ini akan menimbulkan konflik sengketa di tengah-tengah masyarakat. Jadi hal-hal seperti ini yang harus kita antisipasi, sehingga cara kita beragama harus dengan kearifan dengan cara moderat," tuturnya.
(Erha Aprili Ramadhoni)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.