nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Perampok Jerman Berpidato 20 Jam Sebelum Divonis 12,5 Tahun Penjara

Rahman Asmardika, Jurnalis · Rabu 09 Oktober 2019 13:36 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 10 09 18 2114717 perampok-jerman-berpidato-20-jam-sebelum-divonis-12-5-tahun-penjara-7zp1y26RrI.jpg Michael Jauernik. (Foto: PA)

HAMBURG - Seorang perampok bank di Jerman menyampaikan pernyataan penutupan yang bertele-tele selama 20 jam di mana dia membual tentang kariernya di bidang kriminal, kecerdasannya yang tinggi dan kondisi kebugaran yang sangat baik.

Pada Senin, Michael Jauernik, 71 tahun, dijatuhi hukuman 12,5 tahun di balik jeruji besi, diikuti dengan penahanan preventif lebih lanjut untuk tiga aksi perampokan, di mana dia mencuri total €25.000 (sekira Rp338 juta), antara 2011 dan 2019.

Sesuai dengan hak hukumnya, selama lima hari penjahat karier itu menyampaikan apa yang dia sebut sebagai ‘kata terakhir terpanjang sepanjang masa’ di pengadilan distrik di Hamburg.

Media lokal melaporkan bahwa selama epilognya yang panjang, Jauernik, yang melakukan perampokan bank pertamanya pada 1970-an, tampaknya memberikan pembenaran atas serangannya terhadap lembaga-lembaga keuangan.

Mengambil contoh-contoh skandal perbankan terkenal baru-baru ini di mana bankir investasi dituduh menipu jutaan warga Jerman, Jauernik membela tindakannya dan berkata: "Saya tidak merampok supermarket atau wanita tua."

Mengenakan setelan dan kacamata hitam gelap selama persidangan, Jauernik, yang dijuluki sebagai Richard Gier (gier dalam bahasa Jerman berarti keserakahan), menyombongkan citra dirinya yang dia anggap “sangat cerdas”.

"Saya lebih pintar dan pintar daripada pegawai kantor polisi kriminal mana pun, itu pasti," katanya sebagaimana dilansir Daily Mail. Dia mengatakan bahwa polisi bisa menangkapnya hanya karena keberuntungan.

Jauernik juga menyombongkan diri, mengatakan bahwa dia telah membuat dirinya bugar menjelang persidangan dengan tiga sesi sit-up sehari dan lari lima kilometer. Namun, pada hari kelima pembacaan epilog yang panjang itu, hakim Birgit Woitas membuat langkah yang tidak biasa untuk memotongnya.

Mengingat apa yang dia gambarkan sebagai pernyataan berulang dan 'penyimpangan yang berlebihan', sang hakim menyatakan menyesal tidak memotong pernyataan penutup itu. Hakim mengatakan bahwa Jauernik menunjukkan hanya sedikit penyesalan untuk orang lain dan tidak memiliki wawasan tentang tindakannya.

Pada satu perampokan pada 2017, media setempat melaporkan, ia menembak seorang karyawan bank dan menyalahkannya karena tidak menyerahkan uang lebih cepat.

"Anda menderita gangguan kepribadian narsis, yang dipamerkan kepada semua orang yang mengikuti persidangan utama," kata hakim.

Guardian melaporkan, Jauernik terkenal di Jerman sebagai penjahat karier yang pertama kali mulai merampok bank pada 1970-an.

Waktu di penjara tidak membuatnya bertaubat dan pada 1980-an ia semakin terkenal sebagai 'perampok Kamis' setelah merampok bank sebelum waktu tutup pada hari Kamis. Pria tua itu mengatakan kepada pengadilan bulan ini bahwa ia menemukan penjara lebih baik sebagai sistem pendidikan daripada tempat untuk memperbaiki perilakunya.

Jauernik baru-baru ini mulai bekerja sebagai penjaga pintu malam tetapi kembali merampok bank, dengan senjata di tangannya, karena ia merasa uang pensiunnya 'menyedihkan'.

Dalam pembacaan hukuman, Hakim Woitas mengatakan sepertinya hukuman penjara tidak akan mengubah si penjahat.

"Kami yakin Anda masih akan berpikir bahwa merampok bank dan mengancam orang adalah perbuatan yang sah dalam waktu 12 tahun," katanya. Jauernik sekarang kemungkinan akan menghabiskan sisa hidupnya di balik jeruji besi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini