“Kita sudah sesuai SOP. Yang kita tembak itu bukan lereng, tapi mungkin karena ini musm kemarau sehingga tanah atau batu di bawah lepas kena getaran,” katanya.
Terkait dugaan adanya kelalaian dalam blasting, Bambang mengatakan, hal itu harus menunggu kajian dari departemen pertambangan yang akan melakukan penelitian.
“Kita tunggu hasil dari departemen pertambangan ya. Soal rumah warga, itu sudah pasti akan kita perbaiki nanti,” ucap dia.
Hujan batu besar dari Gunung Miun ke perkampungan warga ini terjadi pada Selasa siang. Sebanyak tujuh rumah warga dan sebuah madrasah rusak akibat tertimpa batu-batu besar. Dari ketujuh rumah itu, dua di antaranya rusak parah dan sebagian rumahnya rata dengan tanah. Selain merusak rumah, hujan batu ini juga merusak jelanan kampung dan menumbangkan sejumlah pohon.
(Rizka Diputra)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.