Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Kasus Penusukan Wiranto, Pengamanan Pejabat Harus Ditingkatkan

Sarah Hutagaol , Jurnalis-Minggu, 13 Oktober 2019 |07:22 WIB
Kasus Penusukan Wiranto, Pengamanan Pejabat Harus Ditingkatkan
Menko Polhukam Wiranto sesaat sebelum diserang pelaku di Pandeglang, Banten, Kamis (10/10/2019). (Ist)
A
A
A

JAKARTA – Pengamat Intelijen dan Keamanan, Stanislaus Riyanta, menilai kelompok radikal atau jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) selalu memiliki musuh atau thogut yang mengharuskan mereka untuk melawannya.

Oleh sebab itu, Stanislaus menyebutkan, bahwa pihak kepolisian dan juga pejabat pemerintahan yang kini kini diincar oleh kelompok tersebut untuk dilakukan perlawanan.

Hal tersebut terbukti ketika dalam kurun waktu belakangan ini, dilakukan pelemparan bom di sejumlah pos polisi, hingga penyerangan terhadap Wiranto yang baru-baru ini terjadi.

"Kalau yang mengacu kepada kelompok JAD ini kan dia punya istilah thogut, musuh yang harus mereka lawan," ujar Stanislaus kepada Okezone, Sabtu (12/10/2019).

Menko Polhukam Wiranto Ditusuk saat Menghadiri Peresmian Gedung Baru Universitas Mathla'ul Anwar, Pandeglang, Banten (foto: Ist)Menko Polhukam Wiranto Ditusuk saat Menghadiri Peresmian Gedung Baru Universitas Mathla'ul Anwar, Pandeglang, Banten (foto: Ist)

"Nah bagi mereka thogut sekarang ini adalah lebih dominan kepada polisi dan pemerintah. Jadi yang mereka definisikan thogut itu seperti itu," ujarnya.

Menurut Stanislaus, standar keamanan harus bisa menyesuaikan dengan tingkat ancaman yang sedang dihadapi sekarang ini. Karena itu, menurutnya, sudah seharusnya pengamanan pejabat publik ditingkatkan.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement