"Apakah nanti Presiden itu dimandatoris MPR. Itu enggak. Saya bilang terbatas, amandemen terbatas, sifatnya filosofis, ideologis, yang menggambarkan visi Indonesia 100 Tahun lagi. Tapi sifatnya filosofis dan ideologis, enggak teknis," ujarnya.
Mantan Ketua MPR itu tak ingin bila presiden akan kembali dipilih MPR melalui fraksi-fraksi yang ada di parlemen. Menurut dia, amandemen terbatas memang perlu dilakukan agar Indonesia mempunyai arah yang jelas dalam melakukan pembangunan.
"Kita perlu agar tidak, bupati dan gubernur ada arahnya. Arah yang jelas," tuturnya.
Baca Juga: JK: Kalau Ada GBHN, Presiden Kampanyekan Apa?
(Arief Setyadi )