nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Korban Tewas Akibat Topan Hagibis di Jepang Bertambah Menjadi 74 Orang

Rahman Asmardika, Jurnalis · Rabu 16 Oktober 2019 15:54 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 10 16 18 2117726 korban-tewas-akibat-topan-hagibis-di-jepang-bertambah-menjadi-74-orang-uRGRRIiRbl.jpg Foto: Reuters.

DATE – Pencarian korban yang masih hilang akibat bencana Topan Hagibis di Jepang terus berlanjut sementara jumlah korban jiwa dilaporkan telah bertambah menjadi 74 orang pada Rabu. Banyak di antara korban yang tewas tenggelam akibat luapan air sungai yang menyebabkan banjir.

Laporan kantor berita NHK yang dilansir Reuters mengatakan 12 hilang dan lebih dari 220 terluka setelah Topan Hagibis menerjang kepulauan Jepang pada akhir pekan. Di seluruh bagian timur pulau utama Honshu, 52 sungai telah meluap.

BACA JUGA: Topan Hagibis, Gelandangan Dilarang Masuk Pusat Penampungan Picu Perdebatan di Jepang

Warga di prefektur Fukushima, yang memiliki jumlah korban terbanyak, sibuk membuang perabotan yang rusak karena air dan sampah ke jalan-jalan. Banyak lansia yang tetap berada di pusat evakuasi, tidak dapat membersihkan rumah mereka.

Di kota Date, tidak jauh dari lokasi bencana nuklir pada 2011, Masao Hirayama seorang petani, menumpuk buku-buku basah di jalan di depan rumahnya, menambah tumpukan sampah dari lingkungan.

Dia mengatakan bahwa air telah mencapai sekitar 2 meter di dalam rumahnya, ketika dia dan putranya diselamatkan dengan perahu dan dibawa ke pusat evakuasi. Istri dan cucu-cucunya tetap tinggal bersama sanak keluarga selama badai.

“Saya merasa sedih,” kata pria berusia 70 tahun itu, menambahkan bahwa banjir telah menyapu semua rumah kaca dan peralatan pertaniannya. "Yang tersisa hanyalah tanah."

BACA JUGA: Jumlah Korban Jiwa Topan Hagibis di Jepang Bertambah Menjadi 66 Orang

Hirayama mengatakan bahwa dia telah membangun kembali rumahnya pada 1989, menaikkan permukaan tanah setelah banjir pada 1986. Keluarganya berencana untuk tinggal di lantai dua sampai dia dapat melakukan perbaikan, yang menurutnya dapat memakan waktu tiga bulan.

Perdana Menteri Shinzo Abe mengatakan pemerintah akan membelanjakan 710 juta yen (sekira Rp92 miliar) untuk memfasilitasi bantuan bencana.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini