nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Topan Hagibis Hanyutkan Kantong-Kantong Limbah Radioaktif Jepang ke Sungai

Rahman Asmardika, Jurnalis · Kamis 17 Oktober 2019 17:11 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 10 17 18 2118266 topan-hagibis-hanyutkan-kantong-kantong-limbah-radioaktif-jepang-ke-sungai-iR3iLY4wJx.jpg Foto: Reuters.

TOKYO – Berton-ton puing terkontaminasi nuklir yang dibuang di Sungai Furumichi saat Topan Hagibis menghanyutkan kantong-kantong limbah nuklir Fukushima yang diamankan dengan buruk. Namun, Kementerian Lingkungan Jepang tidak mengungkapkan berapa banyak limbah nuklir yang hanyut.

Sejumlah kantong yang jumlah pastinya tidak diketahui, masing-masing berisi satu ton tanah dan vegetasi yang terkontaminasi dari situs Fukushima, tersapu jauh dari tempat penyimpanan di Tamura ketika sungai meluap akibat hujan lebat yang disebabkan oleh topan pada akhir pekan.

BACA JUGA: Jepang: Krisis Nuklir Fukushima Akibat Ulah Manusia

Sedikitnya 17 kantong telah ditemukan, tetapi 10 di antaranya, yang ditemukan tertangkap di pohon di sepanjang sungai pada Rabu, telah menumpahkan isi radioaktifnya ke dalam air. Kementerian Lingkungan Hidup Jepang masih bungkam mengenai berapa banyak kantong yang masih hilang.

Rumput, daun, tanah dan kayu yang mengandung radioaktif dikumpulkan selama upaya dekontaminasi di situs Fukushima setelah krisis 2011. Media lokal melaporkan sekira 2.667 kantong ditinggalkan di tempat terbuka tanpa selembar penutup pun ditempatkan di atasnya untuk melindungi kantong-kantong itu dari badai di tempat penyimpanan Tamura.

Kementerian Lingkungan Hidup belum mengatakan berapa banyak tas yang tersisa, hanya bahwa "sebagian besar" tas disimpan di sana dan di situs outdoor lainnya di Iitate tetap ada.

"Konsentrasi bahan radioaktif relatif rendah dan berdampak kecil terhadap lingkungan," kata kementerian itu kepada Kyodo News sebagaimana dilansir RT, Kamis (17/10/2019). Kementerian itu bersikeras tidak ada peningkatan radiasi yang diukur baik di daerah di mana kantong disimpan atau di sungai itu sendiri.

Hagibis, topan paling kuat yang melanda Jepang dalam beberapa dekade, menyebabkan banjir di 200 sungai, menurunkan rekor curah hujan di beberapa daerah, dan didahului oleh gempa berkekuatan 5,7 di lepas pantai Chiba. Sedikitnya 74 korban jiwa sejauh ini telah dikaitkan dengan Hagibis, dan tim penyelamat masih mencari penyintas, dengan 14 orang yang masih belum diketahui keberadaannya hingga Selasa malam. Hampir 10.000 rumah terendam banjir dan ratusan ribu polisi, penjaga pantai, petugas pemadam kebakaran, dan personel pembantu berpartisipasi dalam upaya pencarian dan penyelamatan.

BACA JUGA: Jepang Berencana Buang Limbah Radioaktif ke Laut

Hancurnya tiga reaktor nuklir di Fukushima yang berdampak besar delapan tahun lalu dipicu oleh bencana lingkungan yang serupa, dengan gempa bumi dan tsunami secara bersamaan yang mendatangkan malapetaka di timur laut Jepang. Otoritas Jepang secara konsisten berupaya mengecilkan dampak dari bencana Fukushima dan mengumumkan awal bulan ini rencana mereka untuk "mencairkan" air limbah radioaktif dari pabrik dengan membuangnya ke laut ketika kapasitas penyimpanan terlampaui, membuat negara-negara tetangga, nelayan, dan pecinta lingkungan ketakutan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini