JAKARTA - Koordinator Nasional Forum Keluarga Alumni Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (Kornas Fokal IMM) menggelar acara Silaturahmi Nasional (Silatnas) yang bertemakan 'Membangun Sumber Daya Manusia untuk Indonesia Maju' di Hotel Royal Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (18/10/2019).
Ketua Kornas Fokal IMM, Armyn Gultom menjelaskan, Silatnas kali ini diadakan untuk menyatukan para alumni IMM yang jumlahnya cukup banyak. Kemudian, sambungnya, dari acara ini akan membahas agenda-agenda kebangsaan terkini.
"Ini adalah silaturahmi nasional alumni IMM. Forum permusyawaratan ini tentang situasi kebangsaan, soal keumatan, dan menghadapi Muktamar Muhammadiyah 2020 dan milad IMM," kata Armyn dalam sambutannya.

Armyn menambahkan, acara ini juga dihadiri oleh seluruh perwakilan dari para Alumni IMM di seluruh provinsi Indonesia. Salah satunya yakni, Sekjen MUI Anwar Abbas, Mendikbud Muhadjir Effendy, serta Anggota DPR RI Saleh Daulay.
Acara ini akan dilanjutkan dengan rapat kerja bersama untuk kemudian mempersiapkan Musyawarah Nasional (Munas) tahun depan. Sehingga, ada rekomendasi-rekomendasi yang dihasilkan untuk kedepannya.
"Jadi, nanti rapat kerja. Kemudian tahun depan kita akan Munas, dan akan memberikan rekomendasi," kata Armin.
Baca Juga : Artis yang Jadi Anggota Dewan Diingatkan Tak Asal Terima Barang Pemberian
Baca Juga : UU KPK Nomor 19/2019 Berlaku, Berikut Poin yang Jadi Perdebatan
Lebih lanjut, Armyn meyakini akan ada kader Muhammadiyah yang akan menjadi menteri kabinet Joko Widodo (Jokowi) - Ma'ruf Amin lima tahun kedepan. Namun, katanya, hal itu tentu menjadi kewenangan presiden.
"Saya kira masih akan ada (kader Muhammadiyah) dalam optimisme saya mengatakan pasti ada. Karena itu urusan presiden hak prerogratif presiden. Muhammadiyah punya SDM yang luar biasa untuk posisi apapun. Ketika itu diperlukan dan dipandang perlu oleh pak Jokowi. Di Muhammadiyah itu segudang tenaga yang bisa ditempatkan untuk sektor apapun," ujarnya.
Terpenting, Armyn menegaskan bahwa prinsip Muhammadiyah tidak pernah meminta-minta kursi menteri di pemerintahan. Namun, sambungnya, muhammadiyah selalu siap ditempatkan di pos-pos strategis jika diminta oleh Presiden.
"Di Muhammadiyah ini diajarkan jangan merebut jabatan, tapi ketika diberi amanah itu laksanakan dengan tuntas, baik, dan amanah," pungkasnya..
(Angkasa Yudhistira)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.