Semua itu dilakukan Anton Medan lantaran keadaan dan situasi yang mendorongnya menjalani aktivitas sebagai seorang kriminal.
Anton Medan pun mulai mengepakan sayapnya ke dunia perdagangan obat-obatan terlarang. Dari modal itu, dia akhirnya menjadi bandar judi.
Dengan segala kejahatan yang dirintisnya, akhirnya orang disekitarnya menjuluki dia dengan panggilan Anton Medan sang penjahat kelas kakap yang keluar masuk penjara.
Tapi semua itu tinggal cerita dan kenangan. Kini, Anton Medan adalah sosok yang ikut membantu menegakan hukum dan menumpas kejahatan.
Kejamnya hidup membuat dia tersadar. Proses pencarian tuhan pun menjadikannya pribadi yang agamis dewasa ini. Anton Medan pun mendirikan Majelis Taklim Atta'ibin untuk menampung para mantan Narapidana dan pengangguran agar tak terjebak ke dunia kejahatan.
Menurut Sosiolog Universitas Nasional (Unas) Sigit Rochadi, insafnya para preman kelas kakap dapat dikategorikan dalam beberapa faktor.
"Preman insyaf disebabkan oleh beberapa faktor. Telah terpenuhinya kebutuhan ekonomi minimal telah menemukan jalan memenuhinya," kata Sigit kepada Okezone, Jakarta, Jumat 18 Oktober 2019.
Selain itu, kata Sigit, faktor keluarga juga bisa menjadikan seorang penjahat memutuskan untuk bertobat dan kembali ke jalan yang benar.
"Telah berkeluarga dan tidak menginginkan keluarganya rusak baik karena reputasi yang bersangkutan atau takut masa depan anaknya. Tida tumbuhnya regenerasi kepemimpinan, sehingga para anggota menarik diri ke kehidupan normal," tutup Sigit.
(Khafid Mardiyansyah)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.