JAKARTA - Pasangan Joko Widodo (Jokowi) - Ma'ruf Amin resmi dilantik menjadi Presiden dan Wakil Presiden periode 2019-2024 pada Minggu, 20 Oktober 2019. Keduanya dilantik melalui sidang paripurna yang dipimpin oleh MPR.
Jokowi langsung memberikan pidato kenegaraan pertamanya setelah dilantik kembali sebagai Presiden. Mantan Gubernur DKI Jakarta itu memaparkan sejumlah fokus kerja untuk lima tahun ke depan. Namun, Jokowi tidak menyinggung sama sekali soal pemberantasan korupsi dalam pidatonya.

Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Saut Situmorang angkat bicara soal pidato perdana Presiden Jokowi usai dilantik kembali. Kata Saut, Jokowi sebenarnya menyiratkan pemberantasan korupsi lewat sebuah rencana atau mimpinya meskipun tidak dibicarakan secara gamblang.
"Di pidato ada disinggung mimpi NKRI tahun 2045, jadi secara eksplisit atau implisit pasti 'include' didalamnya pemberantasan korupsi sebab mimpi anda tahun 2045 akan sulit tercapai kalau perilaku korup masih terus berlanjut," kata Saut saat dikonfirmasi wartawan, Senin (21/10/2019).
Baca Juga : Sempat Ditutup, Jalur di Sekitar Gedung DPR/MPR Kembali Dibuka
Baca Juga : Mahfud MD: Saya Katanya Jadi Menkumham
Menurut Saut, Indonesia tidak akan sejahtera seperti yang diimpikan Jokowi jika korupsi masih terus berlanjut. Oleh karenanya, dia meyakini Jokowi akan meminimalisir korupsi lima tahun kedepan untuk mewujudkan mimpinya.
"Jadi saya anggap Jokowi bicara mimpi 2045 itu termasuk di dalamnya negara minim korup (untuk tidak mengatakan atau maksa indeks persepsi korupsi harus 75 atau 85)," ucapnya.