PRESIDEN Joko Widodo (Jokowi) telah memanggil sejumlah tokoh yang dimintanya untuk jadi menteri di Kabinet Kerja Jilid 2. Mereka yang dipanggil ada yang wajah lama alias menteri Jokowi di periode sebelumnya, namun ada juga wajah baru.
Jika dikelompokkan, wajah lama yang dipanggil Jokowi adalah Airlangga Hartarto, Pratikno, Sri Mulyani, Agus Gumiwang Kartasasmita, Siti Nurbaya Bakar, Basuki Hadimuljono, Budi Karya Sumadi, Yasonna Laoly, Sofyan Djalil, Moeldoko, Tjahjo Kumolo, Bambang Brodjonegoro dan Luhut Panjaitan.
Sedangkan wajah baru adalah Mahfud MD, Christiany Eugenia Paruntu, Erick Thohir, Whishnutama, Nadiem Makarim, Fadjroel Rachman, Nico Harjanto, Jenderal Tito Karnavian, Prabowo Subianto, Edhy Prabowo, Syahrul Yasin Limpo, Juliari P Batubara, Suharso Monoarfa, Fachrul Razi, Ida Fauziah, Bahlil Lahadalia, Zainudin Amali, Abdul Halim Iskandar, Johny G Plate, Teten Masduki, dan Dr Terawan.
Jadi Sorotan
Paling mengejutkan dari nama-nama tersebut tentu saja Prabowo Subianto yang tak lain adalah rival Jokowi di Pilpres 2019. Prabowo mengaku diminta Jokowi untuk membantu pemerintah dalam urusan pertahanan.
Sikap Prabowo ini menuai kritik, terutama dari partai yang berkoalisi dengan Gerindra di Pilpres 2019. Pengurus Partai Amanat Nasional (PAN) misalnya, mengaku kaget atas sikap mantan Danjen Kopassus itu. Meskipun mereka pada akhirnya PAN menyerahkan semua keputusan pada Prabowo.

Kritik lainnya datang dari Persaudaraan Alumni (PA) 212. Novel Bamukmin menyayangkan sikap tersebut karena pihaknya jadi salah satu yang mengusulkan Prabowo sebagai capres.
"Yang jadi masalah adalah Prabowonya, karena ketika Pilpres kami 212 merekomendasikan Prabowo kepada masyarakat untuk dipilih sebagai presiden," ujar Novel Selasa (22/10/2019).
Sedangkan di antara wajah lama yang dipilih Jokowi, beberapa di antaranya mendapat sorotan karena dinilai masih belum berhasil menjalankan kerja dengan baik saat jadi menteri. Pertama adalah Siti Nurbaya yang menjabat Menteri LHK di Kabinet Kerja Jilid I. Siti dinilai belum berhasil mengatasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang bahkan memburuk di 2019.