Adapun terkait Menag yang bukan dari kalangan NU, ia tidak mau mempersoalkan hal tersebut. Menurutnya pemilihan menteri merupakan hak presiden.
Apalagi kata dia, Menag sendiri juga saat ini memiliki tugas khusus untuk menangkal radikalisme, sehingga dengan pemilihan Fachrul Razi yang memiliki latar belakang militer cocok menangani persoalan tersebut.
"Pernyataan pak Jokowi jelas kenapa milih Menag Fachrul Razi karena ditugaskan penangkalan radikal karena itu artinya pemerintah mau fokus urus radikalisme. Kalau soal Menteri itu hak Presiden, kita engak ikut-ikut tapi kita apresiasi kerja presiden dan kita tidak akan ikut-ikut soal radikalisme," tukasnya.
(Awaludin)