RIYADH – Arab Saudi menunjuk seorang pangeran yang memiliki pengalaman diplomatik di negara-negara Barat sebagai menteri luar negerinya yang baru dalam perombakan kabinet pada Rabu. Penunjukan Pangeran Faisal bin Farhan Al Saud itu dilakukan di saat kerajaan berusaha memperbaiki citranya dan mengambil alih kepresidenan G20.
Pangeran Faisal dalam beberapa bulan terakhir telah bertugas sebagai duta besar untuk Jerman dan sebelumnya sebagai penasihat politik di kedutaan Washington. Karier bisnis sebelumnya di industri pertahanan termasuk menjadi ketua perusahaan patungan dengan pembuat pesawat Boeing.
BACA JUGA: Menlu Arab Saudi: Pembunuhan Khashoggi Adalah Kesalahan Besar dan Parah
Arab Saudi, sekutu penting Amerika Serikat (AS) di Timur Tengah telah menghadapi kritik keras negara-negara Barat atas catatan hak asasi manusianya, termasuk terkait pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi tahun lalu dan keterlibatannya dalam perang di Yaman yang menyebabkan krisis kemanusiaan.
Pangeran Faisal bergabung dengan kader baru diplomat Saudi terkemuka yang berusia 40-an, termasuk duta besar untuk AS dan Inggris, yang merupakan saudara kandung.
"Lihatlah tim yang disatukan di *Washington) DC, London, dan sekarang dengan menteri luar negeri yang baru ... Konsolidasi semakin dalam dan kru pro-Barat sudah ditempatkan," kata Peneliti Senior di Lembaga Pemikir Chatham House, Neil Quilliam sebagaimana dilansir Reuters, Kamis (24/10/2019).
"Ini adalah langkah untuk mengakali Iran di semua ibu kota dan di AS. Ini adalah bentuk baru dari pushback."