nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pangeran Faisal bin Farhan Ditunjuk Sebagai Menlu Baru Arab Saudi

Rahman Asmardika, Jurnalis · Kamis 24 Oktober 2019 10:35 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 10 24 18 2121068 pangeran-faisal-bin-farhan-ditunjuk-sebagai-menlu-baru-arab-saudi-5ixwctlfyf.jpg Pangeran Faisal bin Farhan al Saud. (Foto: Reuters)

RIYADH – Arab Saudi menunjuk seorang pangeran yang memiliki pengalaman diplomatik di negara-negara Barat sebagai menteri luar negerinya yang baru dalam perombakan kabinet pada Rabu. Penunjukan Pangeran Faisal bin Farhan Al Saud itu dilakukan di saat kerajaan berusaha memperbaiki citranya dan mengambil alih kepresidenan G20.

Pangeran Faisal dalam beberapa bulan terakhir telah bertugas sebagai duta besar untuk Jerman dan sebelumnya sebagai penasihat politik di kedutaan Washington. Karier bisnis sebelumnya di industri pertahanan termasuk menjadi ketua perusahaan patungan dengan pembuat pesawat Boeing.

BACA JUGA: Menlu Arab Saudi: Pembunuhan Khashoggi Adalah Kesalahan Besar dan Parah

Arab Saudi, sekutu penting Amerika Serikat (AS) di Timur Tengah telah menghadapi kritik keras negara-negara Barat atas catatan hak asasi manusianya, termasuk terkait pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi tahun lalu dan keterlibatannya dalam perang di Yaman yang menyebabkan krisis kemanusiaan.

Pangeran Faisal bergabung dengan kader baru diplomat Saudi terkemuka yang berusia 40-an, termasuk duta besar untuk AS dan Inggris, yang merupakan saudara kandung.

"Lihatlah tim yang disatukan di *Washington) DC, London, dan sekarang dengan menteri luar negeri yang baru ... Konsolidasi semakin dalam dan kru pro-Barat sudah ditempatkan," kata Peneliti Senior di Lembaga Pemikir Chatham House, Neil Quilliam sebagaimana dilansir Reuters, Kamis (24/10/2019).

"Ini adalah langkah untuk mengakali Iran di semua ibu kota dan di AS. Ini adalah bentuk baru dari pushback."

Para diplomat muda Arab Saudi adalah bagian dari generasi baru para bangsawan, termasuk beberapa menteri dan wakil gubernur lainnya, yang telah naik ke tampuk kekuasaan di bawah Pangeran Mahkota Mohammed bin Salman, yang juga baru berusia 34 tahun.

Penguasa de facto Arab Saudi itu mendapat dukungan dari banyak pemuda Saudi ketika ia melakukan dorongan untuk mendiversifikasi ekonomi dan membuka masyarakat ultra-konservatif negara itu ke dunia. Namun reformasinya telah disertai dengan tindakan keras terhadap para pembangkang dan lawan-lawan politiknya, termasuk penangkapan sejumlah kritikus.

BACA JUGA: Menteri Luar Negeri Arab Saudi yang Baru Akhirnya Komentari soal Pembunuhan Khashoggi

Sebagai bagian dari perombakan kabinet yang diumumkan di media pemerintah pada Rabu, nama Saleh al-Jasser, direktur jenderal Saudi Arabian Airlines, ditunjuk menggantikan Nabil al-Amoudi sebagai menteri transportasi.

Menlu yang meninggalkan jabatannya, Ibrahim al-Assaf, yang sebelumnya menjabat sebagai menteri keuangan selama bertahun-tahun, akan tetap menjadi menteri negara. Dia ditunjuk kurang dari setahun yang lalu untuk merestrukturisasi kementerian.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini