Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Peristiwa 26 Oktober: Gunung Merapi Meletus hingga Wafatnya Mbah Maridjan

Fahreza Rizky , Jurnalis-Sabtu, 26 Oktober 2019 |06:02 WIB
Peristiwa 26 Oktober: Gunung Merapi Meletus hingga Wafatnya Mbah Maridjan
Mbah Maridjan Sebelum Gunung Merapi Meletus (foto: Koran SINDO)
A
A
A

JAKARTA - Berbagai momen penting dan bersejarah di belahan dunia terjadi pada 26 Oktober. Beberapa di antaranya adalah peristiwa meletusnya Gunung Merapi hingga wafatnya Mbah Maridjan.

Okezone pun coba merangkum beberapa peristiwa penting pada hari ini, sebagaimana dikutip dari Wikipedia.org, Sabtu (26/10/2019).

1. Letusan Merapi 2010

Gunung Merapi Meletus pada 2010 (foto: Wikipedia)	 

Letusan Merapi 2010 adalah rangkaian peristiwa gunung berapi yang terjadi di Merapi di Indonesia. Aktivitas seismik dimulai pada akhir September 2010, dan menyebabkan letusan gunung berapi pada hari Selasa tanggal 26 Oktober 2010, mengakibatkan sedikitnya 353 orang tewas, termasuk Mbah Maridjan.

2. Mbah Maridjan Wafat

Raden Ngabehi Surakso Hargo atau lebih dikenal dengan sebutan Mbah Maridjan lahir di Dukuh Kinahrejo, 5 Februari 1927 – meninggal di Sleman, 26 Oktober 2010 pada umur 83 tahun).

Ia adalah seorang juru kunci Gunung Merapi. Amanah sebagai juru kunci ini diperoleh dari Sri Sultan Hamengkubuwana IX. Setiap gunung Merapi akan meletus, warga setempat selalu menunggu komando darinya untuk mengungsi.

Mbah Maridjan (foto: Wikipedia)	 

Pada tanggal 26 Oktober 2010, gunung Merapi kembali meletus disertai awan panas setinggi 1,5 kilometer. Gulungan awan panas tersebut meluncur turun melewati kawasan tempat mbah Maridjan bermukim.

Jasad Mbah Maridjan ditemukan beberapa jam kemudian oleh tim SAR bersama dengan 16 orang lainnya telah meninggal dunia, umumnya kondisi korban yang ditemukan mengalami luka bakar serius. Jenazah tersebut dikonfirmasi sebagai jenazah Mbah Maridjan pada tanggal 27 Oktober 2010.

3. Presiden Korea Selatan Park Chung-hee Tewas Dibunuh

Presiden Korea Selatan Park Chung-hee (foto: Wikipedia)	 

Park Chung-hee lahir di Gumi-si, Gyeongsang Utara, 30 September 1917 – meninggal di Seoul, Korea Selatan, 26 Oktober 1979 pada umur 62 tahun. Ia adalah mantan jenderal Tentara ROK dan pimpinan Republik Korea pada periode 1961-1979.

Ia dianggap berjasa melakukan modernisasi Korea Selatan melalui industrialisasi berorientasi ekspor, tapi juga dituduh melakukan pelanggaran hak asasi manusia pada periode tambahan kepresidenannya.

Ia dipilih sebagai salah satu dari "100 Orang Asia Abad Ini" ("100 Asians of the Century") oleh Time Magazine pada 1999. Ia pernah lolos dari beberapa percobaan pembunuhan sampai akhirnya terbunuh pada 26 Oktober 1979 oleh Kim Jae-kyu, direktur KCIA dan teman lamanya.

Pada tanggal 15 Agustus 1974, dalam satu percobaan pembunuhan yang menewaskan istrinya, Yuk Yeong-su, oleh agen Korea Utara, Mun Se-gwang, ia meneruskan pidatonya tanpa memperdulikan kondisi istrinya yang kritis.

(Fiddy Anggriawan )

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement