Sontak, pernyataan Airin membuat kubu Sekda Muhamad panas telinga. Konsolidasi dan pergerakan pun mulai digencarkan, termasuk dengan keinginan membentuk media darling guna kebutuhan publikasi. Melalui salah satu perwakilan timnya, kubu Muhamad coba membangun kesepakatan.
"Itu nggak panteslah, masa wali kota ucapin pernyataan dukungan seperti itu didepan umum. Kan harusnya netral, jadi kalau berpihak seperti itu malah bikin kondisi persaingan nggak sehat. Sampai ke bawah sekarang terang-terangan berpihak ke mana kubunya," tutur ASN pendukung kubu Sekda Muhamad.
Kondisi perpecahan di tubuh Pemerintahan Kota Tangsel dibantah oleh Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP), Apendi. Dia menegaskan, jika dalam aturan jelas dinyatakan bahwa PNS harus netral dan tidak boleh menonjolkan keberpihakan.
"Tidak ada berbelah-belah, PNS sudah jelas netral. Yang penting bagi saya, PNS itu harus netral di dalam pelaksanaan pilkada. Saya tidak mendengar blok-blokan itu, yang penting kerja tidak terganggu," tuturnya saat ditemui di Masjid Puspemkot Tangsel.
Apendi pun menyebutkan, akan menegur siapapun yang diketahui menggalang dukungan politik di lingkungan Pemkot Tangsel untuk kepentingan Pilkada 2020. Termasuk juga kepada Wali Kota Airin, jika terbukti mengarahkan dukungannya kepada Benyamin Davnie pada acara resmi pemerintahan.
"Akan saya tegur, tapi kan saya harus tahu dulu, cek dulu. Saya dengar langsung, saya lihat langsung. Mata telinga saya kan banyak, saya belum dapat laporan (dukungan Airin) itu," ujar Apendi. (fid)
(Angelina M Donna Ariyanti)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.