PEKANBARU - Partai Amanat Nasional (PAN) siap mendukung pemerintah yang berjuang untuk memakmurkan rakyat Indonesia. Namun partai berlambang matahari terbit ini siap mengkritisi kabinet Jokowi, jika dinilai banyak merugikan rakyat.
Hal itu diutarakan Zulkifli saat mengadakan rapat koordinasi dengan kader PAN di Pekanbaru, Riau Sabtu (26/10/2019) malam. PAN memberi waktu paling lama tiga bulan kepada kabinet Jokowi jilid II untuk bekerja dengan baik.
"Kita berikan kesempatan kepada menteri (kabinet Jokowi), dua bulan atau tiga bulan ini. Sekarang mereka baru berkantor. Jadi mari doakan mereka agar amanah. Bila sudah tiga bulan, jika ada yang perlu kita kritik ya kita kritik. Jika ada yang salah, kita beritahu untuk diluruskan," kata Zulkifli Hasan.

Baca Juga: Jokowi Diprediksi Lakukan Reshuffle Kabinet dalam Setahun Mendatang
Terkait tidak masuknya kader PAN di kabinet Jokowi, Zulkifli mengaku tidak mempermasalahkannya. Dia mendoakan agar kabinet Jokowi bisa berjalan dengan lancar sampai akhir tugas.
"Tidak masalah (tak dapat menteri). Dari awal kan memang PAN tidak pernah meminta minta (menteri)," tegas Zul.
Namun dia menepis bahwa partai yang dinakhodai menjadi oposisi pasca tidak masuknya PAN dalam koalisi. Namun partainya siap mengkritisi pemerintah.
"Kita bukan oposisi. Kita adalah mitra yang kritis. Sekarang tidak ada oposisi. Sama Nasdem kita sekarang join," tukasnya.
(Edi Hidayat)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.