Kunjungi Indonesia, Menlu Maroko Tandatangani Empat MoU Kerja Sama

Rachmat Fahzry, Okezone · Senin 28 Oktober 2019 15:18 WIB
https: img.okezone.com content 2019 10 28 18 2122677 kunjungi-indonesia-menlu-maroko-tandatangani-empat-mou-kerja-sama-iyRdV123bP.jpg Menteri Luar Negeri Maroko Nasser Bourita menandatangai MoU dengan Indonesia didampingi Menlu Retno Marsudi. (Foto: Okezone/Rahman Mahardika)

JAKARTA - Pemerintah Indonesia dan Maroko memperkuat kerja sama anti-terorisme antara kedua negara dengan penandatanganan empat nota kesepahamam (memorandum of understanding, MOU) di bidang ekonomi, serta kontra-terorisme.

Penandataanganan itu dilakukan dalam kunjungan Menteri Luar Negeri Maroko, Nasser Bourita ke Indonesia, Senin, (28/10/2019).

Indonesia dan Maroko memiliki hubungan yang telah terjalin lama, dan akan merayakan 60 tahun hubungan diplomatiknya pada 2020 mendatang. Ini merupakan kunjungan pertama Bourita ke Indonesia sejak dilantik kembali sebagai Menlu Maroko, dan merupakan pertemuan bilateral pertama Menlu Retno sejak kembali dipercaya sebagai Menlu RI.

"Maroko adalah sahabat lama Indonesia dan mitra penting di kawasan Afrika Utara. Tahun depan kita akan merayakan 60 tahun hubungan diplomatik. Saya tadi mengusulkan bahwa untuk peringatan tahun depan kita mengusung tema INA-Morocco going forward," kata Menlu Retno dalam keterangan pers bersama di Gedung Pancasila.

Foto/Okezone/Rahman Mahardika

Dalam pertemuan tersebut, Menlu Retno dan Menlu Bourita membahas sejumlah isu bilateral, terutama di bidang ekonomi dan investasi antara kedua negara. Isu ekonomi menjadi bahasan utama dalam hubungan bilateral kedua negara.

Selain juga isu kawasan dan isu global, termasuk isu mengenai perdamaian di Timur Tengah dan kemerdekaan Palestina, serta masalah radikalisme dan kontra terorisme.

Dari empat MoU yang ditandatangani dua adalah MoU terkait kerja sama ekonomi, yaitu MoU kerja sama industri dan MoU maritim dan perikanan. Dua MoU lainnya adalah MoU kerja sama kontra terorisme, dan MoU pertukaran informasi intelijen keuangan terkait pencucian uang dan pendanaan terorisme.

(fzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini