Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Sumpah Pemuda Diminta Jadi Ajang untuk Lestarikan Bahasa Daerah

Arie Dwi Satrio , Jurnalis-Senin, 28 Oktober 2019 |08:27 WIB
Sumpah Pemuda Diminta Jadi Ajang untuk Lestarikan Bahasa Daerah
Ilustrasi Sumpah Pemuda (Foto: Okezone)
A
A
A

Di sisi lain, Teuku mengimbau warga dapat melestarikan bahasa ibu atau bahasa daerah di rumah atau komunitas. Ditekankan dia, seharusnya bangsa Indonesia patut bangga karena menjadi negara kedua di dunia yang mempunyai bahasa terbanyak setelah Papua Nugini.

"Indonesia memiliki 707 bahasa. Sayang, meski kaya dengan keragaman bahasa, sekitar 98 bahasa lokal terancam punah. Bahasa Indonesia sendiri memiliki akar kuat dari Bahasa Melayu,” ujar Teuku Neta.

Merujuk penelitian Badan Bahasa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, jumlah bahasa daerah di Indonesia yakni 668 bahasa daerah. Dari ratusan bahasa daerah itu, 11 bahasa daerah sudah punah, empat bahasa daerah sudah kritis, 22 bahasa daerah terancam punah, dua bahasa daerah mengalami kemunduran, dan 16 bahasa daerah rentan punah.

“Bahasa-bahasa daerah sebagai kearifan lokal akan memperkokoh rasa persatuan kebangsaan Indonesia. Mari kita utamakan bahasa Indonesia, lestarikan bahasa daerah, dan kuasai bahasa asing,” pungkas Teuku.

(Edi Hidayat)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement