Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Helikopter Terbang Terlalu Rendah, 3 Rumah di Pontianak Rusak

Ade Putra , Jurnalis-Selasa, 29 Oktober 2019 |14:36 WIB
Helikopter Terbang Terlalu Rendah, 3 Rumah di Pontianak Rusak
Tiga rumah di Pontianak rusak akibat helikopter terbang terlalu rendah. (Foto: Okezone.com/Ade Putra)
A
A
A

PONTIANAK - Tiga rumah di Jalan Dharma Putra, Kelurahan Siantan Hilir, Kecamatan Pontianak Utara, Kota Pontianak, Kalimantan Barat rusak setelah diterjang angin dari baling-baling helikopter pada Senin (28/10/2019) sore.

Atap seng tiga rumah beterbangan ditiup angin dari helikopter yang diduga terbang terlalu rendah di atas permukiman warga.

Juliana, salah satu korban mengatakan peristiwa itu terjadi Pukul 16.00 WIB. "Helikopternya besar, anginnya kuat. Perabotan dapur saya yang di luar tercampak. Dahan pohon-pohon juga kena ke jendela (rumah). Saat saya mengintip, atap seng dapur juga sudah beterbangan. Saya terkejut," ucapnya, Selasa (29/10/2019).

Saat kejadian Juliana dan anak-anaknya sedang berada di dalam rumahnya. Mendapati kejadian itu, Juliana yang terkejut langsung membangunkan anaknya yang sedang tertidur untuk keluar rumah.

"Saya lihat seng sudah beterbangan dan tercampak. Saya ketakutan dan cepat selamatkan anak. Ternyata rumah tetangga juga begitu," Ucap Juliana yang berharap mendapat bantuan untuk perbaikan rumahnya.

(Foto: Ade Putra)

Sementara itu, informasi yang dihimpun di lapangan menyebutkan, awalnya helikopter terbang melintas di atas permukiman warga di Gang Dharma Putra 3, tepatnya di RT 02 RW 26. Saat dua kali melintas, hekilopter terbang cukup tinggi. Namun kali ketiga, hekopter terbang rendah hingga merusak bagian rumah warga.

Pihak kepolisian dan TNI setempat telah mendatangi rumah warga yang rusak. Kapolsek Pontianak Utara, Kompol Abdullah Syam mengatkaan, saat ini pihaknya masih melakukan pendalaman terkait kejadian ini.

"Kita masih melakukan penyelidikan terkait helikopter jenis apa, milik instansi mana. Anggota masih bekerja di lapangan untuk mencari tahu keberadaan helikopter ini," ucapnya.

"Kalau kita lihat, dari tujuh pintu rumah kontrakan (berhimpitan) ini, ada tiga rumah yang atapnya terbengkas dan terbang karena helikopter itu terbang rendah," kata dia.

Hasil pendataan sementara, kerugian korban kurang lebih Rp3 juta. "Selain melakukan penyelidikan, kita juga berkoordinasi dengan Pak Camat dan RT setempat serta pemilik rumah terkait perbaikan kerusakan," tutup Abdullah.

(Qur'anul Hidayat)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement