nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Collyer Bersaudara, Kisah Penimbunan Barang Paling Terkenal di New York AS

Rachmat Fahzry, Jurnalis · Sabtu 02 November 2019 08:03 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 11 01 18 2124807 collyer-bersaudara-kisah-penimbunan-barang-paling-terkenal-di-new-york-as-Jl6LSVuc3p.jpg Petugas memindahkan barang-barang dari kediaman Collyer bersaudara. (Foto/Wikipedia Commons)

FENOMENA penimbunan telah ada sejak zaman kuno. Di masa lalu, itu bisa berbahaya, karena orang yang menimbun barang-barang mereka malah ditemukan mati terhimpit koleksi barang milik mereka.

Salah satu kasus penimbunan yang paling terkenal adalah kasus Collyer brothers alias Colleyer bersaudara. Abang adik itu ditemukan mati dan jasadnya sudah membusuk serta terjebak oleh barang-barang milik mereka.

Collyer bersaudara berasal dari keluarga kaya. Namun, ayah mereka, Dr. Herman Livingston, dikenal karena keeksentrikannya. Dia diduga menikahi sepupu pertamanya, Susie. Kedua saudara itu lahir pada tahun 1881 dan 1885, dan keduanya kuliah di Universitas Columbia. Homer Collyer memiliki gelar sarjana hukum dan Langley Collyer di bidang teknik.

Foto/Daily Mail

Kehidupan kedua saudara itu normal sampai 1919. Orang tua mereka berpisah dan mereka memutuskan untuk tinggal bersama ibu mereka di rumah keluarga di 2078 Fifth Avenue di Manhattan, New York. Herman dan Susie meninggal pada tahun 1929, Homer dan Langley mewarisi rumah keluarga dan kekayaan.

Foto/Mirror

Rumor tentang cara hidup mereka yang eksentrik mulai menyebar, tetapi baru pada tahun 1933, ketika Homer kehilangan penglihatannya, hal-hal aneh semakin meningkat. Langley berhenti dari pekerjaannya untuk mengurus saudaranya.

Dia melakukan program diet demi mengembalikan penglihatan Homer dengan program makan; 100 jeruk per minggu, roti hitam, dan selai kacang. Langley mulai mengumpulkan surat kabar. Hal itu dilakukannya jika saudara lelakinya kembali bisa melihat, dia bisa mengejar ketertinggalan informasi.

Foto/Daily Mail

Namun sikap mengumpulkan barang berubah menjadi obsesi mengumpulkan barang-barang yang tak terhenti. Semakin lama, barang-barang memenuhi semua ruang kosong rumah.

Kedua saudara itu membuat terowongan melalui tumpukan barang-barang di dalam rumah mereka yang mewah. Bahkan mereka memasang berbagai jebakan yang dibuat untuk melindungi mereka dari penyusup dan pencuri.

Para tetangga menjadi semakin ingin tahu tentang abang adik saudara yang eksentrik tersebut. Langley digambarkan sebagai "pria hantu" yang tidak akan meninggalkan rumah sebelum tengah malam.

Pada 1942, New York Times mewawancarai Langley yang mengklaim bahwa sejak 1928 mereka hidup tanpa gas dan listrik dan bahwa mereka menggunakan minyak tanah untuk memasak dan menghangatkan rumah mereka.

Pada 21 Maret 1947, seorang lelaki tak dikenal memanggil polisi. Ia mengklaim ada mayat di rumah Fifth Avenue 2078. Polisi datang dan mendobrak pintu. Mereka terkejut ketika menemukan tidak ada jalan masuk ke dalam rumah. Tumpukan besar barang perlahan dihilangkan agar mereka bisa melihat bagian dalamnya.

Foto/Daily Mail

Butuh waktu berjam-jam untuk menemukan mayat Homer yang membusuk, tetapi tidak ada jejak Langley.

Beredar desas-desus bahwa Langley meninggalkan saudaranya yang mati kelaparan. Butuh sekitar tiga minggu sebelum mereka menyadari bahwa tubuh Langley hanya berjarak 3 meter dari mayat Homer ditemukan.

Tampaknya Langley tewas akibat salah satu jebakan yang dia buat, dan polisi menyimpulkan bahwa Homer meninggal karena kelaparan beberapa hari kemudian.

Foto/Daily Mail

Sekitar 120 ton sampah dibuang dari rumah mereka, termasuk 25.000 buku, acar organ manusia, 14 piano, bola bowling, dan sasis kendaraan.

Abang adik itu dimakamkan dekat pemakaman orang tua mereka di Cypress Hills Cemetery di Brooklyn. Rumah mereka dirobohkan dan situs itu diubah menjadi taman kecil, serta dinamai untuk menghormati mereka.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini