“Nasdem ingin berterima kasih pada PKS yang konsisten memilih oposisi. Jalan sunyi yang tak diminati parpol yang kalah Pilpres,” ucapnya.
Adi melihat, dengan pertemuan kedua petinggi partai, Nasdem membuka komunikasi politik dengan PKS yg selama ini relatif berbeda pilihan politiknya. “Tentu ini langkah baik menyolidkan suasana bahwa dalam politik tak bisa hitam putih, kerjasama yang utama,” ujarnya.
Baca Juga : Usai Bertemu, PKS-NasDem Kompak Tegaskan Hanya Silaturahmi
Sementara itu, menurutnya, sejak awal koalisi Jokowi pada periode keduanya menunjukkan gejala insoliditas. Gejolak itu, kata dia, tampak dari pembentukan Kabinet Indonesia Maju yang kisruh.