KISAH kepahlawanan jawara-jawara kampung yang mewariskan peninggalan budaya usai merebut kemerdekaan, tentu menjadi cerita yang patut diperdengarkan dari masa ke masa. Hal ini demi menanamkan rasa cinta terhadap daerah serta budaya yang diwariskan sejak zaman penjajahan.
Seperti halnya daerah lain, Bekasi juga memiliki jawara-jawara kampung yang cukup tersohor. Cikal bakal pencak silat yang menjadi kebudayaan asli Betawi pun, dilahirkan dari beberapa diantaranya. Sebut saja Sabeni, salah satu jawara Betawi yang menggunakan silat sebagai upaya membela diri dari penjajah pada masa itu.
Cerita para jawara Betawi dalam keahliannya bersilat juga bisa diketahui dari para keturunannya maupun kerabat. Seperti yang diceritakan Boan (98), warga Kampung Cibitung Sebrang, Cimuning, Mustikajaya, Kota Bekasi, Jawa Barat, yang merupakan kerabat dari Ki Genjlong, salah satu jawara Betawi.

Di usianya yang hampir menginjak seabad, Boan masih bisa mengingat sedikit kisah perjuangan pada masa penjajahan Belanda. Kala itu Ki Genjlong yang tak lain abang iparnya, sempat menjadi andalan masyarakat di kampungnya dalam melawan tirani. Dengan berbekal nyali serta keahlian bela diri silat, Ki Genjlong dengan gigih melawan penjajah.
"Ki Genjlong kalo udah katanya besok lo (penjajah) mati, ya pada modar udah. Saya mah tibang (cuma) ikut-ikutan, punya abang mah jawara. Ki Genjlong abang ipar saya, orang Citarik," kata Boan saat diwawancarai Okezone, Jum'at (1/11/2019).