JAKARTA - Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PDIP, Agustina Hermanto alias Tina Toon mengaku kaget, setelah mendengar Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda), Sri Mahendra mengundurkan diri secara tiba-tiba.
"Aku baru dengar berita, aku kaget. Kok mundur," katanya kepada Okezone, Sabtu (2/11/2019).
Baca juga: Anies: Sistem E-Budgeting Bukan Diganti, tapi Di-upgrade
Padahal, tidak lama lagi akan ada agenda pembahasan Kebijakan Umum Anggaran dan Plafon Prioritas Anggaran Sementara (KUA-PPAS), dan harus segera di ketok APBD. Sementara Bappeda salah satu badan yang cukup bertanggung jawab.
"Engga lama lagi kita harus ketok APBD dan Bappeda itu salah satu badan yang bertanggung jawab dan central dalam pembahasa KUA-PPAS dan APBD," tuturnya.
"Solusinya bukan mengundurkan diri tapi memperbaiki," sambungnya.
Baca juga: Anies: Edy Belum Sampaikan Langsung Pengunduran Diri sebagai Kadisparbud DKI
Pelantun lagu Bolo-bolo ini mengaku, sebelumnya dirinya sempat menyoroti Bappeda dalam di sebuah rapat di Gedung DPRD. Saat itu ia mempertanyakan banyak hal terkait banyaknya kejanggalan dalam anggaran yang diajukan.
"Nah jadi untuk yang kepala Bappeda itu kemarin untuk komisi A. Sempat kita undang SKPD semua salah satunya Bappeda untuk membahas KUA-PPAS, nah memang Bappeda ini salah satu yang dikritisi," ungkapnya.
Diungkapnya dalam menyoroti dari temuannya adalah anggaran depisit 2019, terlebih lagi yang paling menonjol banyaknya anggaran yang besar.
"Yang tidak masuk akal ya, kayak lem dan pulpen dan lain-lain. Makanya ketika itu diluar sana rame soal anggaran itu yang paling dicari adalah Bappeda, karena kenapa semua anggaran itu kan balik lagi ada koordinasi dengan Bappeda," tutupnya.
(Awaludin)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.