Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Masukkan Bayi ke Mesin Cuci, Pelaku Kesal Ditinggal Pacarnya

Melly Puspita , Jurnalis-Selasa, 05 November 2019 |19:24 WIB
Masukkan Bayi ke Mesin Cuci, Pelaku Kesal Ditinggal Pacarnya
Pelaku Sutina saat gelar perkara (Foto: Ist)
A
A
A

PALEMBANG - Sutina, pelaku yang memasukkan bayinya ke mesin cuci hingga tewas mengaku kesal ditinggal pacarnya. Ia berdalih tak berniat membunuh bayi yang baru dilahirkannya.

"Saya hanya menaruh sementara bayinya ke mesin cuci, nanti diambil lagi dan akan ditaruh ke panti asuhan, saya kesal ditinggal pacar," jelas Sutina saat gelar perkara di Polresta Palembang, Selasa (5/11/2019).

Baca Juga: Kronologi Ibu di Palembang Tega Masukkan Bayi ke Mesin Cuci

Bayi yang dimasukkan Sutina ke mesin cuci sempat ditemukan dalam keadaan menangis dengan sederet lua di bagian leher dan bibir, namun saat dibawa ke rumah sakit, nyawa bayi malang tersebut tak bisa diselamatkan.

Ilustrasi

Sementara, Dokter forensik rumah sakit Bhayangkara, dr Indra Sakti Nasution Spkf mengatakan ditemukan luka lecet di leher sebelah kiri dan bibir atas sebelah kanan bayi malang tersebut.

Baca Juga: Bayi Baru Lahir Tewas Dimasukkan ke Dalam Mesin Cuci

"Namun kami tidak bisa memastikan secara pasti penyebab meninggalnya bayi tersebut. Sebab hanya melakukan pemeriksaan luar," ujarnya.

Sebelumnya, Warga sekitar Jalan Telaga Kelurahan 30 Ilir, Kecamatan Ilir Barat (IB) I Palembang, Sumatera Selatan digegerkan dengan bayi yang ditemukan di mesin cuci dalam keadaan lemas dan luka. Tidak lama setelah dibawa ke rumah sakit, bayi tersebut kemudian meninggal dunia.

(Khafid Mardiyansyah)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement