Program Samtama, Cara Gubernur Anies Tanamkan Kepedulian Terhadap Lingkungan

Rabu 06 November 2019 19:19 WIB
https: img.okezone.com content 2019 11 06 1 2126516 program-samtama-cara-gubernur-anies-tanamkan-kepedulian-terhadap-lingkungan-5F2yTlMXTS.jpg dok: Humas Pemrov DKI Jakarta

JAKARTA – Menjaga lingkungan sekitar adalah tanggung jawab bersama setiap warga. Kondisi lingkungan yang bersih merupakan cerminan hati yang bersih. Salah satu upaya yang bisa dilakukan warga adalah peduli dengan lingkungan sekitar, membuang sampah pada tempatnya dan ikut serta membersihkan lingkungan.

Dalam rangka menjaga kebersihan lingkungan sekitar, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mencanangkan program untuk mengolah dan mengurangi sampah di Ibu Kota. Anies ingin warga DKI mulai melakukan pengolahan sampah secara mandiri. Anies memberi nama program tersebut Samtama atau sampah tanggung jawab bersama.

Program Samtama terbagi menjadi dua. Pertama Laskar Samtama yang terdiri dari 185 relawan umum dan 24 relawan dokumentasi. Kedua, Kampung Samtama yang merupakan inisiatif warga di tingkat RW dalam memperbaiki pengelolaan sampah di kampung mereka.

 ist

Anies mengatakan, program tersebut merupakan gerakan masyarakat untuk mengolah sampah, mengatasi sampah melalui RW-RW percontohan pengurangan sampah sejak di sumber sampah. Program Samtama telah gencar dilakukan di RW-RW Jakarta dengan 22 RW sebagai pelopornya.

“ Di Jakarta ada 2.927 RW yang berkumpul hari ini hanya 22 RW. Jumlahnya masih kecil, tapi jangan remehkan jumlah yang kecil. Jumlah yang berkumpul di sini adalah yang pertama untuk memulai gerakan baru untuk mengelola sampah di Ibu kota,” kata Anies di hadapan ratusan relawan Samtama di Balai Kota, beberapa waktu lalu.

Masih kata Anies, Program Samtama meliputi pengembangan bank sampah, pengembangan TPS 3R (Recycle Center), kampanye dan menyusun regulasi pembatasan penggunaan plastik sekali pakai, seperti menggunakan wadah daging kurban ramah lingkungan, dan lain sebagainya.

Berdasarkan UU 18/2008 tentang Pengelolaan Sampah dan Perda 3/2013 tentang Pengelolaan Sampah, Anies Baswedan sejak awal memang ingin menyuguhkan paradigma baru pengurangan sampah dari rumah tangga. “Untuk itulah, kita ingin melibatkan kolaborasi bersama masyarakat,” ujar Anies mengakhiri.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Andono Warih mengatakan, Pemprov DKI Jakarta, melalui Samtama telah menjalankan smart city yakni dengan menyediakan platform bagi warga agar bisa berperan membangun kota dan bergerak bersama.

“Dinas Lingkungan Hidup bersama Tim Pengerak PKK membuat platform pengelolaan sampah dengan sebutan Samtama atau Sampah Tanggung Jawab Bersama ini,” kata Andono.

Lebih jauh, Andono mengatakan bahwa pengelolaan sampah memerlukan perubahan masyarakat. Tidak hanya mengirimkan sampahnya ke TPST Bantargebang, tetapi mengubah perilaku masyarakat, mulai dari tataran rumah tangga.

“Pengelolaan sampah memerlukan perubahan pola pikir masyarakat. Perubahan mindset bahwa kota bukan hanya sekadar terlihat bersih dan rapi dengan mengirimkan sampahnya ke TPST Bantargebang, tapi mengubah perilaku masyarakat dalam mengelola sampah,"ujarnya.

Andono melanjutkan tiga strategi Rumah Minim Sampah yang diterapkan dalam Samtama, yaitu:

- Strategi Pintu Depan (Pra Konsumsi). Merencanakan, mengurangi, menghindari, dan mencari alternatif produk agar sisanya tidak jadi sampah.

- Strategi Pintu Tengah (Saat Konsumsi – Produksi). Guna ulang bahan/ barang dan memproduksi/ mengkonsumsi secara cermat agar tidak menghasilkan sisa.

- Strategi Pintu Belakang (Pasca Konsumsi – Produksi). Meneruskan sisa konsumsi produksi/ daur ulang, misalnya menjadi kompos, anorganik bernilai ekonomi dibawa ke Bank Sampah.

“Strategi pengurangan sampah ini yang kita kembangkan dengan berkolaborasi bersama masyarakat. Sehingga sampah yang dihasilkan berkurang dan minim yang harus diangkut ke TPA untuk diolah, akibatnya pembiayaan penanganan sampah juga akan makin efisien,” pungkasnya.

(fmi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini