nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Polisi Imbau Pengikut Maha Guru Kembali ke Ajaran Islam

Herman Amiruddin, Jurnalis · Rabu 06 November 2019 04:27 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 11 06 609 2126242 polisi-imbau-pengikut-maha-guru-kembali-ke-ajaran-islam-v523zzZOyx.jpg Maha Guru yang mengajarkan aliran sesat ditangkap polisi (Foto : Okezone.com/Herman)

MAKASSAR - Kepolisian Polres Gowa menghimbau masyarakat agar mengindahkan rekomendasi larangan yang dikeluarkan oleh Bupati Gowa, agar kediaman Puang Lallang alias Maha Guru (74) tidak lagi menjadi tempat penyebaran ajaran sesat.

Kapolres Gowa AKBP Shinto Silitonga mengatakan pemerintah Kabupaten Gowa dalam hal ini Bupati Gowa telah mengeluarkan surat rekomendasi Nomor : 450/078/Kesbangpol tanggal 17 September 2019 tentang pembubaran tarekat Ta'jul khalwatiyah syekh Yusuf yang dipimpin PL alias Maha Guru.

Maha Guru yang mengajarkan aliran sesat di Makassar ditangkap polisi (Foto : Okezone.com/Herman)

"Juga MUI Kabupaten Gowa telah mengeluarkan fatwa MUI No Kep 01/MUI-Gowa/XI/2016 tanggal 9 November 2016," kata Shinto kepada Okezone.

Selain itu, lanjut Shinto, pihaknya akan mengambil tindakan dan pembinaan apabila masih melakukan aktivitas atau kegiatan yang bertentangan dengan keputusan MUI Kabupaten Gowa.

Baca Juga : Kasus Penistaan Agama, Maha Guru Nikahkan Pengikutnya Tanpa Wali

"Yaitu penyebaran aliran dan paham-paham yang bertentangan dengan syariat Islam dan melakukan pembinaan bagi para pengikut aliran tarekat tajul khalwatiyah agar kembali pada ajaran Islam yang sebenarnya melalui kantor Kemenag Kabupaten Gowa," jelas Shinto.

Sekedar diketahui, sebelum kasusnya dinaikkan ke penyidikan terlebih dahulu dilakukan pertemuan antara tersangka Maha Guru dengan Sekda Gowa dan Ketua Pakem (Kajari Gowa) serta dihadiri Forkopimda, Kemenag, Ketua MUI Gowa, Ketua FKUB Gowa pada tanggal 12 Juni 2019 di Polres Gowa.

"Agar Maha Guru tidak lagi menjadi pusat penyebaran aliran tarekat Ta'jil Khalwatiyah yang telah ditetapkan oleh Pemda Gowa," tutur Shinto.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini