nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ibu di China Kena Serangan Jantung Karena Putranya Tak Bisa Selesaikan PR-nya

Rahman Asmardika, Jurnalis · Jum'at 08 November 2019 08:01 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 11 07 18 2127035 ibu-di-china-kena-serangan-jantung-karena-putranya-tak-bisa-selesaikan-pr-nya-KrCdUfxmWT.jpg Ilustrasi. (Foto: Reuters)

HUBEI - Mengajari anak terkadang menjadi sesuatu yang sulit, namun rupanya untuk seorang ibu di China, hal itu membuatnya hampir kehilangan nyawanya. Itulah yang terjadi pada seorang ibu berusia 36 tahun dari Hubei yang sangat kesal karena putranya tidak mengerti cara mengerjakan pekerjaan rumahnya (PR) sampai-sampai dia terkena serangan jantung dan hampir meninggal dunia.

Diwartakan surat kabar Sin Chew, ibu muda, yang bernama Wang itu selalu terlibat dengan kemajuan akademis putra ketiganya. Bahkan, Wang akan mengajari putranya cara mengerjakan pekerjaan rumahnya setiap malam.

Namun, pada suatu malam, sang ibu mendapati dirinya sangat sedih karena putranya tidak dapat memahami bagaimana memecahkan soal matematika yang diberikan kepadanya.

“Saya mencoba menjelaskannya berkali-kali. Tapi dia masih belum bisa menjawab dengan benar. Saya mulai marah dan saya merasa ingin meledak. Tiba-tiba, saya merasa bingung dan kehabisan nafas. Saya segera memanggil suami saya dan memintanya untuk membawa saya ke rumah sakit," kata perempuan itu sebagaimana dilansir World of Buzz.

Dokter yang merawat Wang mengatakan bahwa dia menderita infark miokard (serangan jantung) karena alasan emosional. Dia juga menambahkan bahwa jika dia dibiarkan dirawat kemudian, dia akan meninggal karena serangan jantung.

“Ini cenderung terjadi pada orangtua yang lebih muda. Jika itu bukan karena diet yang tidak seimbang, maka itu disebabkan oleh emosi psikologis. Sebagian besar pasien yang memiliki masalah ini adalah ibu-ibu muda. ”

Menurut sumber dari China Press, Wang mengatakan bahwa meskipun dia sering kehilangan kesabaran dengan anak-anaknya karena kesulitan akademis mereka, dia tidak menyangka situasinya tiba-tiba meningkat seperti itu.

Para profesional psikologi telah menyarankan orangtua untuk mempraktikkan keseimbangan emosional ketika mengajarkan tugas-tugas sekolah kepada anak-anak mereka. Terlalu terlibat secara emosional dengan akademik anak juga dapat menyebabkan mereka menghadapi tekanan.

Wang saat ini dilaporkan masih dalam perawatan rumah sakit. Selain gejala tekanan di dada dan kesulitan bernafas, dokter juga mengatakan bahwa korban infark miokard biasanya mengalami mual, muntah, pusing, dan irama jantung yang tidak normal.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini