Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

LPSK Sebut Novel Baswedan Tak Bisa Dituntut karena Berstatus Korban

Arie Dwi Satrio , Jurnalis-Jum'at, 08 November 2019 |18:25 WIB
LPSK Sebut Novel Baswedan Tak Bisa Dituntut karena Berstatus Korban
Novel Baswedan. (Foto: Okezone.com/Heru Haryono)
A
A
A

JAKARTA - Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Dewi Ambarwati alias Dewi Tanjung melaporkan penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan ke Polda Metro Jaya. Novel Baswedan dipolisikan karena dituding melakukan rekayasa terkait kasus teror penyiraman air keras.

Novel dituduh melakukan rekayasa atau pembohongan publik terkait penanganan matanya pasca-disiram air keras oleh orang tak dikenal. Tak hanya itu, Dewi juga menduga ada yang janggal dari penanganan hingga peristiwa teror air keras yang menimpa Novel Baswedan.

Menanggapi laporan tersebut, Wakil Ketua Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK), Edwin Partogi Pasaribu mengatakan, Novel ‎Baswedan tidak dapat dituntut, karena berdasarkan temuan Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) bentukan Polri, Novel merupakan korban.

"Dalam Pasal 10 UU Perlindungan Saksi dan Korban diatur bahwa saksi maupun korban tidak dapat dituntut, baik pidana maupun perdata terhadap kesaksian atau laporan yang telah, sedang, atau akan diberikan mereka ke penegak hukum. Dan salah satu temuan yang didapat TGPF Polri, Novel merupakan korban dari aksi kekerasan," kata Edwin‎ melalui pesan singkatnya, Jumat (8/11/2019).

Novel Baswedan.

Lebih lanjut, dalam Pasal 10 poin 2 UU juga disebutkan bahwa tuntutan hukum terhadap saksi dan korban harus dikesampingkan atau ditunda sampai kasus yang dia dilaporkan atau dia berikan keterangan mendapatkan keputusan hukum yang tetap.

"Hal ini harus menjadi perhatian semua pihak, baik yang melaporkan Novel maupun penegak hukum yang menangani laporan tersebut," tekan Edwin.

Oleh karenanya, Edwin meminta agar polisi segera mengungkap secara terang kasus penyiraman air keras yang menimpa Novel Baswedan. Tak hanya itu, Edwin berharap agar pelaku serta dalang penyerangan terhadap Novel segera ditangkap.

"Jauh lebih penting bagi polisi mengungkap pelaku penyerangan terhadap Novel, mengingat hal tersebut menjadi perhatian publik dan presiden," ‎ucapnya.

(Qur'anul Hidayat)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement